Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tawa Orangutan dan Simpanse Ternyata Punya Makna

Tawa Orangutan dan Simpanse Ternyata Punya Makna

tawa-orangutan-dan-simpanse-ternyata-punya-makna
Tawa Orangutan dan Simpanse Ternyata Punya Makna
service

Pernahkah Anda memperhatikan dua orang berpapasan, saling menatap, lalu berbagi senyum? Kapan manusia mulai mempraktikkan gestur tanda persahabatan ini? Ketika bahasa masih sangat sederhana, bagaimana leluhur manusia mengawali saling berbagi senyum dan tawa? Sekelompok peneliti coba mencari jawabannya dengan mengamati perilaku orangutan dan simpanse. Seperti diketahui, orangutan dan simpanse adalah kerabat manusia yang tergabung dalam Famili Hominidae, terdiri dari orangutan, gorila, simpanse, dan bonobo. Simpanse menjadi kerabat terdekat manusia yang berbagi DNA sekitar lebih dari 98 persen. Mereka hidup dalam kelompok sosial, hirarkis, dan politis. Sementara orangutan menjadi yang terjauh dibandingkan dengan kera besar lainnya, yang berbagi DNA dengan manusia sekitar 97 persen. Bedanya, orangutan lebih penyendiri. Mempelajari mereka sama halnya membuka tabir perilaku leluhur manusia. Laporan penelitian mereka diterbitkan dalam Scientific Reports, dengan judul “Towards the complexity of laugh communication in great apes: exact facial replications in laugh faces of orangutans and chimpanzees” (2026). Para peneliti mengamati perilaku satwa-satwa itu menirukan wajah tertawa saat berkomunikasi. Mereka menguji apakah orangutan dan simpanse punya kemampuan menirukan wajah tertawa lewat varian otot wajah yang spesifik seperti halnya manusia secara spontan, yaitu di bawah tiga detik. Replikasi yang tepat dianggap sebagai tanda kecerdasan sosial tinggi karena membantu individu untuk selaras secara emosional dan memprediksi perilaku lawan mainnya. “Studi kami mengungkapkan bahwa orangutan dan simpanse menunjukkan replikasi wajah yang tepat untuk wajah tertawa dengan gigi atas tidak terbuka, yaitu, jenis varian yang paling tidak terkait dengan permainan kasar atau berisiko,” tulis Diane A. Austry, mewakili sesama rekan peneliti. Austry adalah pakar perilaku primata dari…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.