Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Henk Ngantung dan Sketsa Zaman Revolusi Nasional

Henk Ngantung dan Sketsa Zaman Revolusi Nasional

henk-ngantung-dan-sketsa-zaman-revolusi-nasional
Henk Ngantung dan Sketsa Zaman Revolusi Nasional
service

Henk Ngantung dan Sketsa Zaman Revolusi Nasional


Henk Ngantung dan Sketsa Zaman Revolusi Nasional

Henk Ngantung adalah tokoh sejarah nasional yang memiliki peranan penting bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Berlatar belakang seniman, pemilik nama lengkap Hendrik Hermanus Joel Ngantung terlibat dalam Perjanjian Renville pada masa revolusi nasional.

Perjanjian Renville sendiri adalah kesepakatan politik antara Indonesia dan Belanda yang digelar di atas kapal USS Renville yang sedang menepi di Teluk Jakarta pada Desember 1947. Dalam momen itulah Henk yang sejatinya seorang seniman dilibatkan untuk menggambar sketsa tiap tokoh dan jalannya rapat.

Kartu identitas Henk ketika dilibatkan dalam perundingan Perjanjian Renville. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)

info gambar

Kartu identitas Henk ketika dilibatkan dalam perundingan Perjanjian Renville. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)

Henk Ngantung saat menggerakkan tangan kreatifnya di kapal USS Renville pada 1948. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)

info gambar

Henk Ngantung saat menggerakkan tangan kreatifnya di kapal USS Renville pada 1948. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)


“Selain diabadikan lewat kamera, peristiwa itu diabadikan melalui sketsa. Jadi Pak Henk Ngantung tugasnya bikin sketsa saat peristiwa-peristiwa itu terjadi,” kata Paskasius Fajar Sunandar, edukator Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) saat ditemui Good News From Indonesia dalam pamerah “Henk Gantung: Seni dan Diplomasi”, Senin (28/4/2026).

Munasprok dalam agenda pamerannya memajang sejumlah koleksi mengenai Henk yang utamanya hasil sketsa ketika ia dilibatkan dalam Perjanjian Renville. Koleksi itu sendiri didapatkan dari sejumlah pihak di antaranya keluarga Henk dan koleksi pribadi Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Melalui pameran yang telah digelar sejak Agustus tahun lalu ini, Munasprok selaku penyelenggara berharap khalayak terutama generasi muda lebih mengenal Henk Ngantung. Meskipun keterlibatannya di gelanggang politik tidak terlalu terlihat, tetapi tidak bisa dipungkiri melalui kreativitasnya lah ia sukses merekam zaman ketika Indonesia berusaha keras memperjuangkan kemerdekaan.

Edukator Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Paskasius Fajar Sunandar

info gambar

Edukator Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Paskasius Fajar Sunandar memaparkan hasil sketsa Henk Ngantung. (Foto: Good News From Indonesia/Dimas Wahyu Indrajaya)


“Makanya dengan Henk Ngantung ini, salah satunya tokoh yang saat itu tidak terlalu banyak diperhitungkan, kami ingin masyarakat tahu kalau ada tokoh yang pada masa proklamasi dan pascaproklamasi ikut terlibat dalam perjuangan menghadapi sekutu yang cukup banyak mengotak-atik masyarakat Indonesia,” ucap Fajar.

Henk pada masa awal kemerdekaan Indonesia semakin dikenal namanya di gelanggang politik. Pada 1960, ia dikukuhkan menjadi wakil gubernur Jakarta dan setelahnya diangkat menjadi gubernur menggantikan dr. Sumarno.

Henk Ngantung saat dilantik menjadi wakil gubernur Jakarta pada 1960. (Foto: Star Weekly)

info gambar

Henk Ngantung saat dilantik menjadi wakil gubernur Jakarta pada 1960. (Foto: Star Weekly)

Sayangnya, nama Henk tercoreng karena keterlibatannya dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang berhaluan kiri. Dari hal itu kiprah dan jasa Henk menjadi terpinggirkan dari lintasan kisah sejarah nasional.

“Karena beliau dalam tanda kutip dicap sebagai tokoh yang tergabung dalam Lekra, berseberangan dengan pemerintahan saat itu, nah itu yang coba kita perbaiki. Karena mungkin image yang beliau dapat ketika menjadi gubernur rentang tahunnya sangat singkat. Tapi kebaikan dan peran-peran kontribusi dia yang banyak sebelum itu banyak yang hilang dan kita coba angkat,” ungkap Fajar lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.