Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Batu Berkamar, Jejak Peradaban Megalitik di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Batu Berkamar, Jejak Peradaban Megalitik di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

batu-berkamar,-jejak-peradaban-megalitik-di-taman-nasional-bogani-nani-wartabone
Batu Berkamar, Jejak Peradaban Megalitik di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
service

Di balik lebatnya hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), tersembunyi warisan budaya megalitik berusia ribuan tahun bernama kubur tebing Situs Binuanga. Situs ini memiliki 17 ruang pahatan di dinding tebing andesit, yang pernah menjadi tempat persemayaman terakhir para leluhur. Untuk menuju lokasi ini, perjalanan dimulai dari Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Uara. Setelah menempuh sekitar dua jam perjalanan darat dari Kotamobagu, perjalanan dialanjutkan berjalan kaki kurang lebih tiga jam menyusuri perkebunan jagung, kelapa, dan nilam milik warga, lalu melewati jalan setapak ke kawasan taman nasional. Kita harus menyeberangi Sungai Kosinggolan sekali dan melewati sepuluh penyeberangan aliran Sungai Binuanga. Setelah semua rute itu dilalui, situs akan terlihat yang posisinya menempel di sisi tegak sebuah bukit, menghadap ke selatan. Berdasarkan pemuktahiran data yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara pada April 2026, dinding-dinding situs nyaris tertutup tumbuhan merambat dan pakis yang membalut hampir seluruh permukaan tebing batuan andesit tersebut. Sisanya, sedikit celah yang memperlihatkan wajah asli batu di baliknya yakni 17 rongga pahatan berbentuk persegi panjang yang dipahat langsung ke dinding batu. Ini merupakan sebuah kompleks pemakaman prasejarah yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai “batu berkamar Binuanga”. Situs megalitik batu berkamar di dalam kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Foto: Dok. Hari Suroto Hari Suroto, arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, menyebut temuan ini sebagai ekspresi budaya megalitik yang khas dari wilayah Sulawesi Utara. Setiap rongga pahatan di situs ini memiliki ukuran tidak kecil. Panjang umumnya lebih dari 200 sentimeter, bahkan ada yang mendekati 300 sentimeter.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.