Ringkasan Berita:
- Polisi memburu terduga pelaku penganiayaan berujung kematian di Mojokerto.
- Pelaku diduga menantu korban dan melarikan diri usai kejadian.
- Senjata tajam serta sejumlah barang bukti diamankan dari TKP.
- Polisi masih mendalami motif dan kronologi kasus keluarga tersebut.
Mojokerto (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Mojokerto tengah memburu seorang pria bernama Satuan (43), warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, yang diduga melakukan penganiayaan brutal hingga menewaskan mertuanya sendiri.
Terduga pelaku melarikan diri usai insiden berdarah yang menggegerkan warga pada Rabu (6/5/2026).
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan kekerasan dalam lingkup keluarga yang berujung fatal.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menegaskan bahwa tim kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku.
“Saat ini, yang bersangkutan dalam proses pengejaran oleh tim. Masih menunggu teman-teman di lapangan nanti updatenya seperti apa?” ungkapnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.
“Kita sudah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, untuk proses lebih lanjut akan kita update lagi nanti. Ada banyak yang kita amankan, ada senjata tajam ada, ada beberapa alat. Masih proses penyelidikan dulu, nanti bagaimana hasilnya akan kita update lagi,” tegasnya.
Korban tewas diketahui merupakan perempuan paruh baya yang mengalami luka parah di bagian leher.
Sementara satu korban selamat yang merupakan anak korban sekaligus istri terduga pelaku mengalami luka serius pada leher dan wajah, dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Peristiwa tragis tersebut sempat membuat geger warga Desa Sumbergirang karena terjadi di lingkungan keluarga sendiri.
Polisi kini terus mendalami motif, kronologi kejadian, serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh penyebab insiden berdarah tersebut. [tin/beq]





Comments are closed.