Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Petani Padang Menanti Pemerintah Bantu Pulihkan Lahan Sawah Pasca Bencana

Petani Padang Menanti Pemerintah Bantu Pulihkan Lahan Sawah Pasca Bencana

petani-padang-menanti-pemerintah-bantu-pulihkan-lahan-sawah-pasca-bencana
Petani Padang Menanti Pemerintah Bantu Pulihkan Lahan Sawah Pasca Bencana
service

Balinar tengah sibuk merapikan kayu di dapurnya yang dalam perbaikan usai terdampak banjir bandang akhir 2025 di Batu Busuak, Kelurahan Lambuang Bukik, Kota Padang, Selasa (5/5/26). Satu rumah yang ada di belakang tempat tinggalnya hilang tersapu banjir. Memang, galado yang terjadi jelang tutup tahun itu tak sampai menghancurkan rumah Balinar. Namun, gara-gara peristiwa itu, kini dia tak punya penghasilan setelah sawahnya yang berada tak jauh dari sungai porak-poranda. Praktis, perempuan 73 tahun itu bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan. Sebelum peristiwa itu terjadi, Balinar hidup dari tujuh petak sawah, delapan pohon kelapa dan puluhan tanaman kakao miliknya. Setahun, dia bisa dua kali panen dari sawah dengan rata-rata hasil panen 10 karung. Dengan harga Rp400.000 untuk satu karung gabah, Balinar merasa cukup. Apalagi, dia masih bisa mendapat tambahan dari kelapa yang biasa dia panen setiap dua bulan sekali. “Tapi sekarang sudah tidak ada yang bisa saya panen, satu petak pun tidak ada sisanya,” kata Balinar, Selasa (5/5/26). Ironisnya, saat kondisi ekonominya berantakan, nyaris tak ada bantuan dari pemerintah yang dia terima. Rumah warga di Batu Busuak Kecamatan Pauh hancur dihantam banjir bandang akhir November 2025. Foto: Novia Harlina/Mongabay Indonesia. Balinar berulang kali mengadukan kondisi sawahnya itu ke kantor kelurahan tetapi tak ada hasil. “Belum ada (respons) sampai sekarang, memang mati mata pencaharian kami,” ujarnya. Saat pembahasan lahan pertanian di kantor kelurahan, suaminya sempat mendapat bantuan bibit kelapa. Namun, dia tak ambil karena tak ada lahan untuk menanamnya. Meski begitu, dia tetap berharap pemerintah dapat mencarikan solusi atas lahan sawah yang hilang itu.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.