Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di kawasan hutan petak 60, Dusun Sendanggerong, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Mayat perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 60 hingga 70 tahun tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Jaswadi sekitar pukul 06.30 WIB saat mencari rumput untuk pakan ternak di kawasan hutan setempat.
Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto mengatakan, saat ditemukan korban dalam posisi terlentang dengan kepala mengarah ke selatan dan kaki ke utara.
“Penemuan mayat tersebut bermula ketika saksi mencari rumput di hutan. Saat berada di lokasi, saksi melihat seorang perempuan tergeletak dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngasem,” ujar Iptu Mujianto, Sabtu (16/5/2026).
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi guna menjaga status quo lokasi penemuan.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan tinggi badan sekitar 153 sentimeter, berkulit sawo matang dan memiliki rambut hitam beruban dengan panjang sekitar 10 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan daster warna cokelat bermotif garis hitam.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan. Korban diduga telah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum ditemukan,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga menemukan adanya cairan urine pada pakaian korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelaparan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Bojonegoro guna dilakukan pemeriksaan luar atau visum et repertum (VER). Polisi juga mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti.
Kapolsek menambahkan, hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui. Hasil pemeriksaan menggunakan alat identifikasi milik Unit Ident juga belum menemukan data identitas korban.
“Diduga korban belum pernah melakukan perekaman e-KTP dan hingga kini belum ada warga sekitar yang mengenali korban. Meski demikian, kami tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban,” kata Iptu Mujianto.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Ngasem atau layanan call center 110.(lim/ted)





Comments are closed.