Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mirip Ular tapi Bukan Ular, dan Matanya Bisa Berkedip

Mirip Ular tapi Bukan Ular, dan Matanya Bisa Berkedip

mirip-ular-tapi-bukan-ular,-dan-matanya-bisa-berkedip
Mirip Ular tapi Bukan Ular, dan Matanya Bisa Berkedip
service

Tidak semua reptil bertubuh panjang tanpa kaki adalah ular. Salah satu contoh yang sering menimbulkan salah identifikasi adalah slow worm (Anguis fragilis) atau cacing lambat, sejenis kadal tanpa kaki yang secara penampilan memang menyerupai ular, tetapi secara taksonomi merupakan spesies kadal sejati dari famili Anguidae. Tubuhnya silindris, ditutupi sisik halus mengkilap berwarna cokelat, abu-abu, hingga kemerahan seperti tembaga. Pada beberapa individu, tampak garis tipis memanjang di sepanjang punggung. Perbedaan paling mendasar dan paling mudah diamati adalah kemampuan berkedip. Slow worm atau cacing lambat memiliki kelopak mata yang dapat digerakkan secara aktif, sesuatu yang tidak dimiliki ular sama sekali. Mata ular selalu terbuka dan hanya dilindungi oleh sisik transparan yang disebut brille. Selain kelopak mata, slow worm juga memiliki lidah yang berbentuk pipih dan bercabang, berbeda dari lidah ular yang lebih ramping dan sangat lentur. Perbedaan-perbedaan anatomi ini bukan sekadar detail kecil; semuanya mencerminkan jarak evolusi yang cukup jauh antara dua kelompok reptil yang berpenampilan serupa. Perilaku Reproduksi dan Termoregulasi Aktivitas slow worm atau cacing lambat meningkat pada musim kawin, yaitu periode peralihan suhu setelah musim dingin. Setelah keluar dari hibernasi yang berlangsung antara Oktober hingga Maret, reptil ini aktif mencari makan dan memulihkan kondisi tubuh. Jantan umumnya lebih banyak terlihat di awal musim semi, sementara betina lebih sering dijumpai pada musim panas ketika mereka sedang bunting. Di area perkebunan dan taman, mereka kerap ditemukan berkumpul di bawah tumpukan papan, batu, atau lembaran logam bekas. Dua ekor slow worm (Anguis fragilis) terekam di habitat alaminya di Rosis, Hérault, Prancis. Spesies ini tersebar luas di kawasan Eurasia dan terlindungi…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.