Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Burung Migran di Pesisir Banda Aceh Perlahan Hilang

Burung Migran di Pesisir Banda Aceh Perlahan Hilang

burung-migran-di-pesisir-banda-aceh-perlahan-hilang
Burung Migran di Pesisir Banda Aceh Perlahan Hilang
service

Sekelompok burung biru laut ekor blorok (Limosa lapponica) menyisir dataran tambak berlumpur di pesisir Pantai Lampulo, Kota Banda Aceh, Aceh. Kaki rampingnya melangkah dengan hati-hati sambil sesekali menusukkan paruh untuk mencari makan. Tak jauh dari situ, ada burung trinil kaki merah (Tringa totanus) tengah  mematuk-matuk lumpur basah, bergerak maju secara perlahan dan menyapu setiap area untuk berburu mangsanya hingga sebelum matahari terbenam. Pesisir Banda Aceh berada di jalur migrasi East Asia-Australasian Flyway (EAAF), salah satu jalur terbang terbesar dan penting bagi banyak burung migran di dunia. Karena itu, kawasan pesisir Banda Aceh tidak pernah kosong dari kehadiran burung migran. Meski kini, ruang itu kian menyempit, hutan-hutan mangrove terus tergerus.  Heri Tarmizi, Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH), bilang,  pesisir Banda Aceh juga menjadi jalur akhir migrasi terutama bagi banyak burung dari tempat pembiakan di Siberia, Asia Utara untuk menghindari musim dingin.  Ketika  mangrove menghilang, rantai panjang perjalanan itu ikut terancam.  “Ketika mangrove tergerus, mereka tidak akan singgah lagi ke pesisir Banda Aceh karena tidak ada sumber makanan. Dampaknya bukan hanya kehilangan, burung-burung ini juga menjaga keasrian alam dengan perannya dan bunyi-bunyiannya. Jika tidak ada lagi, maka Kota Banda Aceh akan seperti kota mati,” katanya April lalu. Penelitian Mira dkk. (2020) luas lahan mangrove di pesisir Banda Aceh mengalami pengurangan signifikan mencapai 52,13% sejak 2004 hingga 2009, dari 600 hektar menjadi 287,19 hektar. Penyebabnya karena alih fungsi menjadi lahan pemukiman.  Kawasan mangrove ini tersebar di lima kecamatan di Kota Banda Aceh, meliputi Jaya Baru, Kuta Alam, Kuta Raja, Meuraxa, dan Syiah Kuala.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.