Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi

prabowo-heran-ekonomi-tumbuh-5-persen-tetapi-kemiskinan-dan-penurunan-kelas-menengah-terus-terjadi
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
service

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5 persen dalam tujuh tahun terakhir. Namun, menurutnya, angka tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan kemiskinan masih meningkat.

“Saya merasa seolah dipukul di ulu hati. Tujuh tahun kali 5 persen, berarti ekonomi kita tumbuh 35 persen, tapi angka rakyat kita yang miskin justru bertambah,” ujar Prabowo dalam rapat paripurna penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo memaparkan jumlah masyarakat miskin meningkat dari 46,1 juta menjadi 49,5 juta jiwa. Sementara itu, kelompok kelas menengah mengalami penurunan dari 22,1 juta orang pada 2017 menjadi 17,4 juta orang pada 2024.

“Naiknya sekitar 3 persen. Kelas menengah turun. Saya bertanya di hadapan majelis yang terhormat ini kepada semua politisi, ormas, pakar, dan guru besar: bagaimana ekonomi bisa tumbuh 35 persen, tetapi kelas menengah menurun dan kemiskinan meningkat?” katanya.

Menurut Prabowo, persoalan tersebut harus dijelaskan secara ilmiah dan matematis. Ia menilai sistem perekonomian yang dijalankan saat ini berada pada lintasan yang kurang tepat.

“Jawabannya harus ilmiah, penjelasannya harus matematis. Menurut saya, kemungkinan besar sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat,” tuturnya.

Prabowo juga membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dengan sejumlah negara seperti Meksiko, India, dan Filipina. Menurutnya, perbedaan utama terletak pada sistem ekonomi yang diterapkan masing-masing negara.

Ia menilai jika sistem ekonomi yang ada saat ini terus dipertahankan, Indonesia akan sulit menjadi bangsa yang makmur dan berdaulat.

“Kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah. Selalu takut. Takut kurs dolar AS, takut BBM tidak cukup, takut ini, takut itu. Bangsa yang takut, bangsa yang elitenya takut, padahal kita diberi karunia luar biasa,” terang Prabowo.

“Kita harus melihat fakta. Kalau kita terus menjalankan sistem seperti ini, saya yakin tidak mungkin kita menjadi bangsa yang makmur,” pungkasnya.

Kondisi kelas menengah Indonesia sendiri dinilai tengah mengalami kemunduran serius. Dalam satu dekade terakhir, sekitar 10 juta orang yang sebelumnya masuk kategori kelas menengah disebut terdegradasi ke lapisan ekonomi yang lebih rendah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara.

Bhima menegaskan kemerosotan kelas menengah Indonesia bukan disebabkan pilihan gaya hidup sederhana, melainkan karena daya beli masyarakat yang terus tergerus.

“Yang beli mobil listrik itu mayoritas kelompok 20 persen teratas. Sementara yang menengah banyak yang turun pakai motor lagi atau transportasi umum bukan karena transportasinya bagus, tapi karena daya beli mereka turun,” ujar Bhima dalam podcast bersama Helmy Yahya yang dikutip NU Online.

Menurut Bhima, semakin banyak masyarakat kelas menengah yang terjepit karena berada dalam posisi ekonomi yang tidak mudah.

Akibatnya, sebagian kelas menengah berpotensi masuk ke jebakan utang dan bahkan terpapar praktik judi online sebagai cara bertahan hidup.

Kondisi tersebut, lanjut Bhima, dapat memicu dampak sosial yang lebih luas seperti peningkatan kriminalitas dan menurunnya produktivitas masyarakat.

“Ini bisa menjadi ancaman demografi. Kita memiliki banyak usia muda, tetapi secara ekonomi rentan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen. Angka ini meningkat dibanding capaian Triwulan IV-2025 yang berada pada level 5,39 persen.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.