Depresi perkawinan sekerabat (inbreeding depression) merupakan ancaman biologis serius yang berwujud pada penurunan tingkat kebugaran dan viabilitas populasi satwa liar. Kondisi kritis ini terjadi ketika individu-individu dengan kekerabatan genetik yang dekat bereproduksi, memicu akumulasi alel homozigot resesif yang membawa sifat merugikan bagi generasi keturunannya (Frankham, 2015). Secara ekologis, fenomena ini didorong oleh berbagai faktor pembatas, termasuk fragmentasi habitat akibat masifnya ekspansi infrastruktur, penyusutan drastis ukuran populasi, isolasi geografis, serta sistem manajemen perkawinan pada fasilitas ex situ yang belum terstruktur dengan optimal. Konsekuensinya sangat fatal, mencakup penurunan tingkat fertilitas, lonjakan mortalitas usia muda, peningkatan kerentanan terhadap patogen penyakit, munculnya cacat anatomi, hingga mempercepat risiko kepunahan di tingkat lokal. Data observasi lapangan secara gamblang menunjukkan pola degradasi kesehatan genetik pada beberapa spesies kunci di Indonesia. Sebagai contoh, populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang terkurung di Taman Nasional Ujung Kulon, menghadapi keterbatasan area jelajah, yang pada gilirannya menyempitkan pilihan pasangan kawin nonkerabat. Secara klinis, temuan mencatat lahirnya anakan dengan kelainan anatomi bawaan, seperti ketidaksempurnaan bentuk ekor dan kerutan abnormal di area mata, serta penyusutan morfometri tubuh pada generasi baru yang mengindikasikan kuatnya degenerasi genetik (Setiawan et al., 2018). Kondisi serupa mengancam kelestarian badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Pemisahan populasi ke dalam kantung-kantung habitat yang terisolasi secara drastis menekan probabilitas perjumpaan antarindividu reproduktif. Imbasnya, terlihat pada anjloknya tingkat keberhasilan reproduksi betina dan tingginya prevalensi patologi reproduksi, seperti kemunculan tumor rahim akibat tidak terjadinya ovulasi dalam jangka waktu yang lama (Schaffer et al., 2020). Sementara itu, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) juga menghadapi krisis genetik berupa…This article was originally published on Mongabay
Opini: Mitigasi Depresi Genetik Satwa Liar Indonesia
Opini: Mitigasi Depresi Genetik Satwa Liar Indonesia





Comments are closed.