Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Dari Sunda Kalapa ke DKI Jakarta: 13 Nama Jakarta Sepanjang Sejarah

Dari Sunda Kalapa ke DKI Jakarta: 13 Nama Jakarta Sepanjang Sejarah

dari-sunda-kalapa-ke-dki-jakarta:-13-nama-jakarta-sepanjang-sejarah
Dari Sunda Kalapa ke DKI Jakarta: 13 Nama Jakarta Sepanjang Sejarah
service

29 Mei 2026 18.52 WIB • 2 menit

Dari Sunda Kalapa ke DKI Jakarta: 13 Nama Jakarta Sepanjang Sejarah


Jakarta dikenal sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa kota metropolitan ini memiliki perjalanan sejarah panjang yang tercermin dari perubahan namanya.

Sejak masa kerajaan hingga era modern, Jakarta telah mengalami 13 kali pergantian nama. Setiap nama lahir dari perubahan kekuasaan politik, budaya, dan sistem pemerintahan yang memengaruhi identitas kota ini dari masa ke masa.

Jejak Awal Sunda Kalapa

Nama pertama Jakarta yang tercatat dalam sejarah adalah Sunda Kalapa. Pada abad ke-14, wilayah ini berkembang sebagai pelabuhan penting Kerajaan Pajajaran.

Letaknya yang strategis di muara Sungai Ciliwung menjadikan Sunda Kalapa pusat perdagangan yang ramai didatangi pedagang dari berbagai wilayah Asia.

Sebagai pelabuhan utama, Sunda Kalapa memiliki peranan besar dalam aktivitas ekonomi kerajaan. Pada masa itu, kawasan ini menjadi pintu masuk berbagai komoditas perdagangan, termasuk rempah-rempah yang sangat bernilai tinggi di pasar internasional.

Lahirnya Nama Jayakarta

Perubahan besar terjadi pada tahun 1527 ketika pasukan Fatahillah dari Kesultanan Demak berhasil merebut Sunda Kalapa dari pengaruh Portugis dan Pajajaran. Setelah kemenangan tersebut, nama Sunda Kalapa diubah menjadi Jayakarta.

Nama Jayakarta memiliki makna “kemenangan yang sempurna.” Perubahan nama ini menjadi simbol kemenangan politik sekaligus penyebaran pengaruh Islam di wilayah pesisir Jawa. Tanggal kemenangan Fatahillah, yaitu 22 Juni 1527, kemudian diperingati sebagai hari lahir Kota Jakarta hingga saat ini.

Masa Kolonial dan Nama Batavia

Pada awal abad ke-17, Belanda mulai memperkuat kekuasaannya di Nusantara melalui VOC. Setelah berhasil menguasai Jayakarta, Jan Pieterszoon Coen mengubah nama kota ini menjadi Batavia pada tahun 1621.

Nama Batavia digunakan untuk menghormati suku Batavieren di Belanda. Pada masa ini, kota dibangun dengan konsep arsitektur Eropa lengkap dengan kanal-kanal dan benteng pertahanan. Batavia kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Belanda.

Seiring waktu, nama Batavia mengalami beberapa perubahan administratif. Kota ini sempat disebut Gemeente Batavia dan kemudian Stad Gemeente Batavia.

Meski berbeda istilah, semuanya masih berada dalam sistem pemerintahan kolonial Belanda yang semakin memperkuat posisi Batavia sebagai pusat kekuasaan di Nusantara.

Pendudukan Jepang dan Jakaruta Tokubetsu Shi

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, nama Batavia kembali diubah. Pemerintah militer Jepang mengganti nama kota ini menjadi Jakaruta Tokubetsu Shi.

Istilah tersebut berasal dari bahasa Jepang yang berarti kota istimewa Jakarta. Perubahan nama ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Jepang menghapus pengaruh Barat, termasuk simbol-simbol kolonial Belanda.

Pada masa pendudukan Jepang, struktur pemerintahan kota juga diubah mengikuti sistem administrasi Jepang.

Jakarta Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, nama kota kembali mengalami perubahan menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta. Nama ini menandai lahirnya pemerintahan nasional Indonesia yang berpusat di Jakarta.

Tidak lama kemudian, nama tersebut berubah lagi menjadi Praja Jakarta pada tahun 1950. Selanjutnya, pemerintah kembali menetapkan nama Jakarta sebagai identitas resmi kota.

Perubahan administrasi terus berlangsung seiring perkembangan negara. Jakarta sempat bernama Kotamadya Djakarta Raya dan kemudian berubah menjadi Pemerintah DKI Jakarta Raya.

Nama tersebut menunjukkan status Jakarta sebagai daerah khusus yang memiliki fungsi penting sebagai pusat pemerintahan nasional.

Menuju DKI Jakarta Modern

Pada tahun 1964, pemerintah resmi menetapkan Jakarta sebagai ibu kota negara dengan nama DKI Jakarta Raya. Seiring perkembangan zaman dan perubahan regulasi pemerintahan daerah, nama tersebut kembali disederhanakan menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Perubahan terakhir terjadi pada tahun 2007 melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007. Sejak saat itu, nama resmi wilayah ini menjadi DKI Jakarta seperti yang dikenal masyarakat hingga sekarang.

Perjalanan panjang perubahan nama Jakarta menunjukkan bahwa kota ini bukan sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.

Dari Sunda Kalapa hingga DKI Jakarta, setiap nama menyimpan cerita tentang perebutan kekuasaan, perubahan budaya, dan perkembangan identitas bangsa. Pergantian nama tersebut menjadi bukti bahwa Jakarta terus berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa meninggalkan jejak sejarahnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.