Sat,30 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Baitul Asyi Salurkan Rp51,5 Miliar untuk Jamaah Haji Aceh, PWNU: Warisan Wakaf Habib Bugak yang Harus Dijaga

Baitul Asyi Salurkan Rp51,5 Miliar untuk Jamaah Haji Aceh, PWNU: Warisan Wakaf Habib Bugak yang Harus Dijaga

baitul-asyi-salurkan-rp51,5-miliar-untuk-jamaah-haji-aceh,-pwnu:-warisan-wakaf-habib-bugak-yang-harus-dijaga
Baitul Asyi Salurkan Rp51,5 Miliar untuk Jamaah Haji Aceh, PWNU: Warisan Wakaf Habib Bugak yang Harus Dijaga
service

Makkah, NU Online

Sebanyak 5.484 jamaah haji asal Aceh pada musim haji 2026 menerima dana kompensasi penginapan dari Lembaga Wakaf Baitul Asyi Habib Bugak Al-Asyi. Total dana yang disalurkan tahun ini mencapai Rp51,5 miliar dengan kurs 1 riyal Arab Saudi setara Rp4.700.

Dana tersebut diberikan kepada seluruh jamaah haji Aceh yang tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter). Masing-masing jamaah menerima 2.000 riyal Arab Saudi. Jumlah ini mulai berlaku sejak musim haji 2025, setelah sebelumnya jamaah menerima 1.500 riyal.

Penyerahan dana kepada jamaah Kloter 13 dan Kloter 14 dilakukan langsung oleh Nazir Baitul Asyi, Syaikh Abdurrahman Al-Asyi, di Masjid Hotel Abraj Al-Wahdah, kawasan Jarwal, Kota Makkah. Penyerahan pada sesi akhir tersebut turut dihadiri Menteri Haji RI KH Muhammad Irfan Yusuf, anggota DPR RI Nasir Djamil, serta Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Tgk H Faisal Ali (Abu Paya Pasi).

Petugas Haji Aceh, Tgk Khairul Huda, mengatakan penyaluran dana Baitul Asyi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi jamaah haji asal Aceh. Menurutnya, dana tersebut tidak hanya membantu kebutuhan jamaah selama berada di Tanah Suci, tetapi juga menjadi bukti nyata keberkahan wakaf ulama Aceh masa lalu.

“Alhamdulillah, jamaah haji Aceh kembali menerima dana Baitul Asyi. Ini sangat membantu jamaah, terutama untuk kebutuhan selama di Makkah. Lebih dari itu, ini menjadi bukti bahwa wakaf yang dikelola dengan baik dapat memberi manfaat lintas generasi,” kata Khairul Huda, pekan lalu.

Ia menjelaskan, jamaah menyambut penyerahan dana tersebut dengan penuh syukur. Banyak jamaah merasa terharu karena masih merasakan manfaat dari wakaf Habib Bugak Al-Asyi yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam.

“Jamaah sangat bersyukur. Mereka merasakan langsung manfaat wakaf ulama Aceh di Tanah Suci. Ini kebanggaan bagi masyarakat Aceh dan menjadi pelajaran penting tentang nilai keikhlasan dalam berwakaf,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, berdasarkan informasi petugas haji setempat, Menteri Haji RI KH Muhammad Irfan Yusuf juga menyampaikan kekagumannya terhadap Habib Bugak Al-Asyi yang pada masa Kesultanan Aceh Darussalam telah mewakafkan rumahnya di depan Masjidil Haram untuk kepentingan jamaah haji asal Aceh.

“Mudah-mudahan langkah wakaf Habib Bugak Al-Asyi ini dapat diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia,” ujar Menhaj.

Penyerahan dana Baitul Asyi kepada jamaah haji Aceh berlangsung tertib. Para jamaah tampak antre dan menyambut penyaluran dana tersebut dengan penuh kebahagiaan menjelang rangkaian puncak ibadah haji di Tanah Suci.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sekaligus Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menilai penyaluran dana Baitul Asyi merupakan bukti kuat bahwa tradisi wakaf dalam Islam memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar.

Menurut Abu Sibreh, Habib Bugak Al-Asyi telah memberi teladan besar bagi masyarakat Aceh dan umat Islam Indonesia. Wakaf yang beliau tinggalkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi terus hidup dan memberi manfaat kepada jamaah haji Aceh hingga saat ini.

“Ini adalah karamah sosial dari wakaf. Habib Bugak Al-Asyi telah memberi contoh bahwa harta yang diwakafkan dengan niat ikhlas akan terus mengalir manfaatnya. Jamaah haji Aceh hari ini masih menikmati keberkahan itu,” kata Abu Sibreh.

Ia berharap generasi Aceh saat ini tidak hanya berbangga terhadap warisan Baitul Asyi, tetapi juga mampu menjaga, merawat, dan mengembangkan semangat wakaf produktif. Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang dalam gerakan wakaf, pendidikan Islam, dayah, dan pelayanan umat.

“Baitul Asyi harus menjadi inspirasi. Kita tidak cukup hanya mengenang Habib Bugak Al-Asyi, tetapi juga harus meneladani semangat beliau. Wakaf harus terus digerakkan untuk pendidikan, ekonomi umat, pelayanan sosial, dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Abu Sibreh juga mengapresiasi pengelolaan Baitul Asyi yang hingga kini tetap memberi manfaat nyata bagi jamaah haji Aceh. Ia berharap pengelolaan wakaf tersebut terus dilakukan secara amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.