Makkah, Arina.id—Jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air pada Senin (1/6/2026). Kepulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, setelah seluruh rangkaian puncak ibadah haji atau Armuzna selesai dilaksanakan.
Kabiro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Hasan Afandi mengatakan, fase pemulangan dimulai setelah seluruh jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah puncak yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian puncak ibadah haji telah berjalan dengan baik. Per 30 Mei 2026 pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah dinyatakan clear dari jemaah haji Indonesia. Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah selesai dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Hasan di Makkah, Ahad (31/5/2026).
Menurut Hasan, seluruh jemaah yang mengambil nafar awal maupun nafar tsani kini telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Keberhasilan penyelesaian fase Armuzna menjadi modal penting memasuki tahap akhir penyelenggaraan ibadah haji, yakni pemulangan jemaah ke Indonesia.
Seiring dimulainya fase kepulangan, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk mempersiapkan barang bawaan dan memastikan seluruh dokumen penting tersimpan dengan baik. Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dan barang penting lainnya diminta mudah dijangkau selama proses perjalanan.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada jemaah melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan sehingga tidak perlu dibawa secara mandiri.
“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta barang-barang penting lainnya tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau saat proses kepulangan,” kata Hasan.
Meski telah menyelesaikan puncak ibadah haji, jemaah tetap diminta menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca di Makkah masih cukup panas. Jemaah dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengatur waktu istirahat, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah tambahan jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Kemenhaj secara khusus meminta perhatian terhadap jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi agar dapat menjalani proses kepulangan dengan aman dan nyaman.
Sebelumnya, Kemenhaj memastikan seluruh proses Armuzna berlangsung lancar. Hingga akhir fase tersebut, sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia tercatat telah menunaikan kewajiban dam melalui berbagai skema yang tersedia, sementara 4.084 jemaah memilih skema Haji Ifrad.
Kemenhaj berharap seluruh proses pemulangan jemaah berlangsung lancar hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat dan membawa predikat haji mabrur serta hajjah mabruroh.





Comments are closed.