Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Filantropi Kesehatan Harus Dibangun dengan Kepercayaan dan Hasil Terukur

Filantropi Kesehatan Harus Dibangun dengan Kepercayaan dan Hasil Terukur

filantropi-kesehatan-harus-dibangun-dengan-kepercayaan-dan-hasil-terukur
Filantropi Kesehatan Harus Dibangun dengan Kepercayaan dan Hasil Terukur
service

Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya kepercayaan, transparansi, dan hasil yang terukur dalam kerja sama pendanaan filantropi di sektor kesehatan. Pesan itu disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin, dalam AVPN Southeast Asia Health Impact Leadership Forum 2026 di Pullman Jakarta Thamrin CBD, Kamis, 11 Juni 2026.

“Bagi kami, filantropi adalah soal kepercayaan. Kepercayaan tidak bisa didapat begitu saja. Kepercayaan harus diusahakan,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pemerintah membuka ruang bagi donor untuk menyalurkan dukungan melalui pemerintah, organisasi masyarakat sipil, maupun sektor swasta, selama hasil yang dituju sejalan dengan prioritas kesehatan nasional. Ia mencontohkan upaya menurunkan angka kematian ibu. Menurutnya, pelaksana program bisa berasal dari sektor pemerintah maupun swasta.

“Selama angka kematiannya berkurang, yang kami pedulikan adalah jumlah kematian yang berhasil dikurangi,” ujarnya.

Ia meminta setiap aliran pendanaan didaftarkan ke Kemenkes agar hasilnya bisa dipantau. Dengan cara itu, kontribusi program pemerintah dan non-pemerintah dapat diukur secara transparan. Ia mengatakan, pendekatan ini juga memberi fleksibilitas bagi donor dalam menyalurkan pendanaan.

Dalam forum itu, Menkes menyebut sejumlah dukungan filantropi dan mitra pembangunan yang telah berjalan, antara lain dukungan Uni Emirat Arab untuk pembangunan rumah sakit di Solo, dan dukungan lembaga Jepang senilai 10 miliar yen untuk pembangunan rumah sakit 22 lantai.

Ada juga dukungan Vitamin Angel berupa jutaan tablet untuk membantu meningkatkan gizi ibu hamil. Ia juga menyebut kerja sama vaksinasi HPV bersama MSD dan mitra lain, termasuk pemanfaatan hibah untuk mempercepat ketersediaan vaksin.

Ia menekankan setiap program memiliki perhitungan yang jelas. Menkes mencontohkan rencana vaksinasi HPV untuk 50 juta ibu di Indonesia. Menurutnya, jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah, program itu baru bisa selesai dalam 20 tahun.

Sementara itu, setiap tahun sekitar 10.000 perempuan Indonesia meninggal karena infeksi HPV. Dengan dukungan pendanaan yang mempercepat vaksinasi dari 20 tahun menjadi 10 tahun, sekitar 100.000 kematian bisa dicegah.

“Anggarannya ada, kesenjangannya ada, sehingga bisa diisi. Semuanya transparan. Setelah diterima, laporannya akan ada,” ujarnya.

Kemenkes dan AVPN telah menandatangani MoU kerja sama strategis untuk percepatan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada 13 Mei 2026. MoU ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes dan CEO AVPN.

Ruang lingkupnya mencakup mobilisasi sumber daya filantropi dan investasi sosial untuk program kesehatan prioritas nasional, dukungan inovasi dan teknologi kesehatan. Selain itu, penguatan jejaring multisektor, pelaksanaan proyek percontohan SDGs di sektor kesehatan, penyebarluasan informasi keanggotaan dan layanan AVPN, serta kerja sama lain sesuai kewenangan kedua pihak.

AVPN Southeast Asia Health Impact Leadership Forum 2026 merupakan forum regional pertama AVPN di Asia Tenggara yang mempertemukan pemimpin sektor korporasi, filantropi, farmasi, life sciences, dan kebijakan publik. Forum ini mengangkat empat fokus: memperkuat ekosistem kesehatan mental anak muda, mempercepat eliminasi kanker serviks, memajukan gizi ibu dan anak, serta pembiayaan inovatif untuk riset dan pengembangan penyakit menular.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.