Jakarta, Arina.id—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (24/6/2026).
Prakirawan BMKG, Alya Sausan N menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh keberadaan bibit siklon tropis 94W yang berada di Samudra Pasifik Utara, Papua Nugini, serta sirkulasi siklonik yang diprakirakan terbentuk di perairan barat Bengkulu dan Selat Makassar.
“Bibit siklon tropis 94W membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Pasifik Utara Papua dan sekitarnya. Sementara sirkulasi siklonik di perairan barat Bengkulu dan Selat Makassar juga membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” ujar Alya dalam pembaruan cuaca BMKG disampaikan Selasa (23/6/202).
Menurut BMKG, kombinasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi memicu cuaca signifikan di sejumlah wilayah. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir di Jambi dan Tanjung Selor. Hujan ringan juga diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Serang, Jakarta, Bandung, dan Semarang.
Selain itu, kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Banjarmasin. Adapun Surabaya berpotensi mengalami kondisi udara kabur.
Di wilayah Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Merauke. Sementara hujan ringan berpeluang mengguyur Denpasar, Mataram, Palu, Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
BMKG juga memprakirakan kondisi berawan hingga berawan tebal di Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate. Sementara itu, Sorong berpotensi mengalami udara kabur.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat terjadi di wilayah masing-masing.




Comments are closed.