Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Cegah Krisis Likuiditas, Menkeu Purbaya Guyur Bank Himbara Rp400 Triliun

Cegah Krisis Likuiditas, Menkeu Purbaya Guyur Bank Himbara Rp400 Triliun

cegah-krisis-likuiditas,-menkeu-purbaya-guyur-bank-himbara-rp400-triliun
Cegah Krisis Likuiditas, Menkeu Purbaya Guyur Bank Himbara Rp400 Triliun
service

KABARBURSA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk membatalkan penarikan dana pemerintah dan berbalik mengguyur kembali likuiditas ke jaringan Bank Milik Negara (Himbara) hingga mencapai Rp400 triliun.

Langkah taktis yang diambil atas petunjuk langsung Presiden ini bertujuan untuk mengatasi kekeringan likuiditas perbankan guna menekan suku bunga pasar dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, pemerintah sempat menarik sebagian dana dari perbankan pelat merah, yang memicu pengetatan likuiditas di pasar. Namun, setelah mengevaluasi dampaknya, Kementerian Keuangan memilih untuk mengembalikan sekaligus menambah tebaran dana tersebut.

“Mereka kekeringan likuiditas karena uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah. Dari 200 (triliun) saya tambah 100, nanti ada yang 75 sampai 100 lebih fleksibel. Ini akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Tingkat suku bunga di pasar akan turun, ekonomi siap lari lagi,” ujar Menkeu Purbaya dalam sesi wawancara di Kantor Kemenkeu, Jumat, 26 Juni 2026.

Purbaya menjelaskan, posisi dana pemerintah yang mengendap di Himbara saat ini tercatat sebesar Rp170 triliun.

Melalui keputusan terbaru pasca-rapat koordinasi, pemerintah mengembalikan dana Rp200 triliun untuk jangka panjang, menyuntik dana fix hingga akhir tahun sebesar Rp100 triliun, serta menambah fasilitas dana fleksibel (keluar-masuk) sebesar Rp70 triliun hingga Rp100 triliun.

Langkah ini sekaligus meralat pernyataan Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebelumnya yang menyatakan ada penarikan dana bertahap sebesar Rp18 triliun pada bulan ini.

“Kan kemarin (pernyataan Direktur BTN), baru meeting tadi pagi. Baru dibilang akan ditambah. Total (di Himbara) 400 (triliun) jadinya. Sekarang kan 170, tambah ini dibalikin 200, tambah 100, tambah 100. Ini juga atas petunjuk Bapak Presiden, jadi dia ingin ekonomi jalan,” tegas Purbaya.

Sementara itu, sisa dana pemerintah yang masih ditempatkan di Bank Indonesia (BI) tercatat berada di kisaran Rp590-an triliun.

Kemenkeu mengakui instruksi penarikan dana sempat berjalan sejak dua minggu lalu secara bertahap. Namun, karena banyak perbankan yang tidak mampu mengisi kekosongan likuiditas tersebut, dana diputuskan untuk dikembalikan penuh guna menjaga mesin pertumbuhan domestik.

“Saya minta, saya ambil tapi diisi. Banyak yang nggak bisa ngisi. Ya udah, otomatis baru balik lagi ke saya. Jadi kan ada yang bilang langkah saya salah, kan? Ternyata itulah satu-satunya engine untuk pertumbuhan ekonomi pada saat ini. Jadi kita balikkan lagi,” pungkas Purbaya. (*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.