Mubadalah.id – Di bagian dalam vagina terdapat dua kelenjar yang disebut kelenjar Bartholin. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan yang membantu menjaga kelembapan liang vagina sekaligus mempertahankan kebersihannya. Apabila bakteri masuk ke dalam kelenjar tersebut, salah satu atau keduanya dapat mengalami infeksi.
Tanda-tanda Infeksi:
Pertama, salah satu sisi bibir vagina bagian dalam tampak membengkak, terasa panas, dan nyeri. Pembengkakan umumnya hanya terjadi pada satu sisi.
Kedua, pada beberapa kasus pembengkakan dapat terjadi tanpa disertai rasa nyeri.
Tidak semua pembengkakan pada vagina disebabkan oleh penyakit menular seksual. Namun, kondisi ini lebih sering kita temukan pada perempuan yang mengalami infeksi gonoremaupun klamidia.
Cara Perawatan Vagina Bengkak:
Pertama, celupkan kain bersih ke dalam air hangat, kemudian kompreskan pada bagian yang bengkak. Pastikan suhu air tidak terlalu panas agar tidak menyebabkan luka bakar. Lakukan kompres sesering mungkin hingga pembengkakan pecah dan mengeluarkan nanah atau berangsur mengempis.
Kedua, apabila pembengkakan berkaitan dengan infeksi gonore atau klamidia, Anda dan pasangan perlu menjalani pemeriksaan serta mendapatkan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ketiga, apabila rasa nyeri dan pembengkakan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Dokter atau tenaga kesehatan dapat melakukan tindakan untuk membuka abses apabila Ia perlukan dan mengeluarkan nanah agar infeksi lebih cepat sembuh.
Masalah yang Dapat Menimpa Bayi Baru Lahir
Apabila seorang ibu menderita gonore atau klamidia selama kehamilan, bayi dapat tertular ketika proses persalinan berlangsung. Infeksi gonore dapat menyebabkan infeksi pada kedua mata bayi (neonatal conjunctivitis) yang berisiko menimbulkan kebutaan apabila tidak segera medis tangani.
Untuk mencegahnya, tenaga kesehatan biasanya akan memberikan salep atau tetes mata antibiotik kepada bayi segera setelah lahir sesuai prosedur yang berlaku.
Selain itu, infeksi klamidia juga dapat menyebabkan bayi baru lahir mengalami radang paru-paru (pneumonia). []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 355.





Comments are closed.