Mubadalah.id – Radang mulut rahim atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) merupakan infeksi yang menyerang salah satu atau beberapa organ reproduksi perempuan yang berada di rongga panggul bagian bawah. Penyakit ini juga dikenal sebagai infeksi panggul (pelvic infection).
Infeksi pada organ reproduksi dapat terjadi apabila penyakit menular seksual, terutama gonore dan klamidia, tidak segera diobati. Selain itu, radang juga dapat muncul setelah seseorang mengalami aborsi, keguguran, atau persalinan.
Kuman penyebab infeksi biasanya berawal dari vagina, kemudian naik ke mulut rahim, rahim, saluran tuba falopi, hingga indung telur. Infeksi tersebut menyebabkan pembengkakan yang menimbulkan rasa nyeri.
Apabila tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat sehingga menimbulkan nyeri kronis yang sering kambuh, penyakit berkepanjangan, bahkan dapat mengancam jiwa.
Infeksi pada saluran tuba falopi juga dapat meninggalkan jaringan parut atau bekas luka. Kondisi ini berisiko menyebabkan infertilitas (mandul) maupun kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim.
Seseorang dapat mengalami satu atau beberapa tanda radang organ reproduksi sebagai berikut:
Pertama, nyeri pada bagian bawah perut. Kedua, demam tinggi. Ketiga, tubuh terasa sangat lelah, lemas, dan tidak bertenaga.
Keempat, muncul cairan berwarna hijau atau kuning yang berbau tidak sedap dari vagina. Kelima, timbul rasa nyeri atau bahkan perdarahan saat melakukan hubungan seksual.
Cara Perawatan Penderita Radang Organ Reproduksi
Segera gunakan obat-obatan sesuai anjuran tenaga kesehatan atau terapi yang direkomendasikan untuk mengatasi infeksi.
Segera pergi ke rumah sakit apabila:
Pertama, setelah menggunakan obat selama 48 jam tidak ada perbaikan. Kedua, kondisi tubuh semakin lemah, rasa sakit bertambah berat, atau demam semakin tinggi. Ketiga, mengalami muntah-muntah.
Keempat, infeksi terjadi setelah persalinan, keguguran, atau aborsi. Pada kondisi tersebut, penderita mungkin memerlukan antibiotik melalui infus agar infeksi dapat segera medis tangani. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 353.





Comments are closed.