Arina.id—Penantian Hilda (30) untuk membangun rumah tangga akhirnya tercapai. Bersama Suntoro (57), warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat itu resmi menjadi pasangan suami istri melalui program Nikah Fest 2026 yang digelar Kementerian Agama di Smesco Exhibition Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6).
“Terima kasih banyak untuk Kementerian Agama yang sudah memfasilitasi kami. Program ini sangat membantu,” ujar Hilda ditemui Arina.id usai akad nikah.
Informasi mengenai Nikah Fest ia peroleh dari Kelurahan Jembatan Besi. Setelah mengetahui adanya program tersebut, ia bersama calon suaminya segera mendaftarkan diri melalui Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat.
Rasa haru juga disampaikan Suntoro, telah lama mendamba hari bahagia itu, ia mengaku gugup saat prosesi akad nikah berlangsung hingga meminta bantuan pihak KUA untuk membimbing ijab kobul.
“Deg-degan. Baru sekali ini, grogi. Bahagia banget akhirnya bisa menikah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menilai masih banyak pasangan yang menunda pernikahan karena terbentur persoalan biaya dan proses penyelenggaraan yang dianggap tidak ringan.
Melalui program Nikah Fest dalam rangka Peaceful Muharram 1448 H, pemerintah berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat dapat melangsungkan pernikahan secara sah dengan lebih mudah.
“Mungkin bagi kita melaksanakan pernikahan dari segi teknis dan pembiayaan tidak terlalu berat. Tapi itu tidak pada semua orang. Banyak yang sudah sampai pada keputusan menikah, tapi membayangkan proses dan pembiayaan. Maka mereka menunda niat sucinya,” ujar Romo Syafi’i membuka Nikah Fest Layanan Nikah Terpadu untuk Keluarga Sakinah Maslahat.
Menurutnya, kehadiran negara melalui Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, menjadi jawaban atas persoalan yang dihadapi calon pengantin. Program Nikah Fest dinilai mempermudah masyarakat untuk memperoleh layanan pernikahan secara terpadu.
“Kehadiran Negara Republik Indonesia melalui Kementerian Agama, lebih khusus Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, kesulitan itu hari ini teratasi,” katanya.
Wamenag mengapresiasi penyelenggaraan Nikah Fest yang tidak hanya menghadirkan layanan nikah massal, tetapi juga berbagai layanan pendukung mencakup nikah massal, Golek Garwo, Wedding Talks, bimbingan perkawinan, literasi keuangan, literasi zakat, hingga seni budaya.
Menurutnya, layanan terpadu semacam ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun ketahanan keluarga sejak awal pernikahan.
Peserta Nikah Fest juga memperoleh kemudahan mengakses program rumah murah melalui kolaborasi Kementerian Agama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Tadi ada dari Kementerian Perumahan. Rupanya yang nikah hari ini juga mendapat kemudahan untuk kredit rumah murah,” ujarnya.
Kegiatan nikah massal tersebut menjadi salah satu agenda dalam Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo 2026 yang digelar pada 27-28 Juni di Smesco Exhibition Jakarta.
Acara itu mengusung tema One Stop Nikah Solution dan melibatkan berbagai pelaku industri pendukung pernikahan, mulai dari penyelenggara acara, katering, penyedia dekorasi, hotel, perbankan, hingga kementerian terkait.




Comments are closed.