Arina.id – Prancis kembali membuktikan diri sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus melangkah ke semifinal setelah menundukkan Maroko dengan skor 2-0 pada laga perempat final di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Skor akhir memang menunjukkan kemenangan yang relatif meyakinkan. Namun jalannya pertandingan jauh lebih ketat daripada yang tergambar di papan skor. Maroko mampu memaksa Prancis memainkan sepak bola yang sabar dan disiplin sebelum akhirnya kualitas individu para pemain Prancis menjadi pembeda pada babak kedua.
Sejak menit-menit awal, Prancis berusaha menguasai tempo melalui sirkulasi bola yang cepat. Didier Deschamps tetap mempertahankan pendekatan menyerang yang telah menghasilkan belasan gol sepanjang turnamen. Sebaliknya, Maroko kembali mengandalkan organisasi pertahanan rapat, transisi cepat, dan serangan balik yang menjadi ciri khas mereka sejak fase grup.
Statistik resmi pertandingan menunjukkan Prancis lebih dominan dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Mereka mampu melepaskan lebih banyak tembakan serta lebih sering mengancam gawang Yassine Bounou. Namun dominasi tersebut tidak langsung berbuah gol karena Maroko tampil disiplin menutup ruang di sepertiga akhir lapangan.
Babak pertama menjadi bukti betapa sulitnya membongkar pertahanan Atlas Lions. Bounou bahkan menggagalkan peluang emas Prancis melalui penyelamatan penting yang membuat skor tetap imbang hingga turun minum. Penampilan kiper Sevilla itu kembali memperlihatkan mengapa ia menjadi salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen.
Momentum berubah selepas jeda. Intensitas serangan Prancis meningkat dan kombinasi Kylian Mbappe dengan Ousmane Dembele akhirnya mampu merusak organisasi pertahanan Maroko. Gol pembuka membuat Maroko harus keluar menyerang, kondisi yang justru membuka ruang bagi Prancis untuk melakukan serangan cepat.
Gol kedua memastikan keunggulan Les Bleus sekaligus mengakhiri perlawanan wakil Afrika tersebut. Pada fase inilah efektivitas Prancis benar-benar terlihat. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mengunci kemenangan, sesuatu yang sejak awal turnamen menjadi salah satu kekuatan utama tim asuhan Didier Deschamps.
Secara taktik, pertandingan memperlihatkan dua pendekatan berbeda. Maroko cukup berhasil membatasi ruang antarlini Prancis selama hampir satu jam pertandingan. Namun ketika intensitas permainan mulai menurun, kualitas individu pemain Prancis mengambil alih. Kecepatan Mbappe, mobilitas lini depan, serta kedalaman skuad membuat tekanan terus mengalir hingga pertahanan Maroko akhirnya runtuh.
Bagi Maroko, kekalahan ini tidak menghapus pencapaian impresif mereka. Untuk dua edisi Piala Dunia secara beruntun, Atlas Lions mampu mencapai fase gugur dan kembali menjadi representasi kuat sepak bola Afrika. Organisasi permainan, disiplin bertahan, serta mental bertanding mereka tetap mendapat banyak pujian meski harus mengakhiri langkah di delapan besar.
Kemenangan ini mengantarkan Prancis ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Belgia. Jika mampu mempertahankan efektivitas penyelesaian akhir sekaligus konsistensi lini belakang, Les Bleus memiliki peluang besar kembali tampil di partai final dan menjaga asa merebut gelar juara dunia.




Comments are closed.