Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Ditanya soal Peluang Kembali Pimpin PBNU, Gus Yahya: Saya Masih Punya Utang Janji yang Harus Dituntaskan

Ditanya soal Peluang Kembali Pimpin PBNU, Gus Yahya: Saya Masih Punya Utang Janji yang Harus Dituntaskan

ditanya-soal-peluang-kembali-pimpin-pbnu,-gus-yahya:-saya-masih-punya-utang-janji-yang-harus-dituntaskan
Ditanya soal Peluang Kembali Pimpin PBNU, Gus Yahya: Saya Masih Punya Utang Janji yang Harus Dituntaskan
service

Jombang, Arina.id—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memastikan kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, kesempatan itu akan digunakan untuk menuntaskan sejumlah janji yang belum terealisasi selama masa kepemimpinannya akibat berbagai dinamika yang terjadi.

“Saya sudah sampaikan berulang kali bahwa saya menentukan sikap hanya semata-mata berdasarkan kewajiban dan hak syariat. Dulu saya menyatakan maju sebagai Ketua Umum dengan janji-janji untuk melakukan sejumlah hal,” kata Gus Yahya di Jombang pada Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menjelaskan, semula dirinya optimistis seluruh program yang dijanjikan dapat dituntaskan sebelum Muktamar. Namun, dinamika yang terjadi di luar perkiraan membuat sebagian program tersebut belum dapat diselesaikan.

“Sebetulnya saya sudah sampaikan kepada teman-teman, seandainya keadaan normal, insyaallah apa yang saya janjikan sudah terlaksana sebelum Muktamar. Tapi karena ada dinamika di luar dugaan, terpaksa ada beberapa janji yang belum terlaksana. Artinya, saya masih melanjutkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Gus Yahya menilai dirinya masih memiliki tanggung jawab secara syariat untuk menuntaskan janji-janji tersebut jika diberi kesempatan.

“Secara syariat, sebagai orang yang mendanai, saya harus meminta waktu untuk melunasi utang-utang saya. Apabila diberi waktu, berarti saya diberi kesempatan untuk melunasi utang itu. Kalau tidak diberi waktu, berarti dianggap utang saya sudah lunas, jadi saya tidak ditagih lagi di Yaumul Hisab,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.