Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Tafsir Al-Maidah Ayat 55-56 untuk Delegasi Kedua Hizbullah saat Melayat Ali Khamenei

Tafsir Al-Maidah Ayat 55-56 untuk Delegasi Kedua Hizbullah saat Melayat Ali Khamenei

tafsir-al-maidah-ayat-55-56-untuk-delegasi-kedua-hizbullah-saat-melayat-ali-khamenei
Tafsir Al-Maidah Ayat 55-56 untuk Delegasi Kedua Hizbullah saat Melayat Ali Khamenei
service

Arina.id Hizbullah Lebanon tidak hanya mengirim satu delegasi dalam prosesi penghormatan jenazah otoritas tertinggi pemerintahan Iran, Ayatullah Ali Khamenei di Grand Mosalla Tehran. Selain Mohammed Fneish, delegasi Hizbullah juga mengutus Dr. Mohammed/Mahmoud Qomati, wakil kepada Dewan Politik Hizbullah untuk hadir. 

Sebagaimana Fneish, Mahmoud Qomati juga dibacakan ayat Al-Qur’an saat berdiri di hadapan jenazah mendiang Ali Khamenei. Mohammed Fneish dibacaka surat Ali Imran ayat 139-140. Sedangkan Mahmoud Qomati dibacakan surat al-Maidah ayat 55-56 yakni:

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ. وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ ࣖ 

Artinya: “Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan sholat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah). Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang.”

Ayat tersebut menjelaskan tentang kriteria seorang mukmin yang layak untuk dijadikan sebagai kekasih dan panutan. Muhammad bin Jarir al-Tabari dalam Jami’ul Bayan an Ta’wil Ayil Qur’an [Makkah Mukarramah: Dar Tarbiyah wal Turats, vol. 10, hlm. 427.] menjelaskan Asbabun Nuzul-nya.

Menurut Ibnu Jarir al-Tabari, ayat itu diturunkan untuk Ubadah bin al-Shamit yang telah membebaskan diri dari perlindungan dan iktan aliansi kaum Yahudi Bani Qainuqa. Ubadah berkata kepada Rasulullah, dan kata-kata itu diafirmasi oleh Al-Qur’an dengan ayat tersebut. Berikut kalimat yang diucapkannya:

أتولى الله ورسوله والمؤمنين، وأبرأ من حِلف الكفار ووَلايتهم

Artinya: “Aku mewalikan diriku kepada Allah, dan Rasul-Nya, serta masyarakat mukmin. Dan aku membebaskan diri dari aliansi orang-orang kafir dan perwalian mereka.”

Al-Tabari mengartikan yang dimaksud dengan sosok mukmin sesuai dengan kriteria ayat tersebut adalah Ali bin Abi Talib sebagaimana riwayat al-Sadi yang dia catumkan dalam catatannya. Al-Sadi menakwilkan yang dimaksud adalah seluruh kaum mukminin. Hanya saja Ali bin Abi Talib lebih layak karena pernah sedang dalam sholat di masjid, tiba-tiba ada seseorang meminta sedekah kepadanya, dan dia memberikan cincinnya.

Ahmad bin Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi [Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi, 1946, vol. 6, hlm. 143] menjelaskan tafsiran kedua ayat tersebut sebagai berikut:

لا ولىّ لكم أيها المؤمنون ولا ناصر ينصركم إلا الله ورسوله والمؤمنون الصادقون الذين اتصفوا بتلك الصفات الآتية بعد

Artinya: “Tidak ada kekasih bagi kalian semua wahai orang-orang mukmin, dan tidak ada penolong yang menolong kalian semua kecuali Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin yang jujur, yang mempunyai kriteria sebagaimana yang akan disebutkan.”

إن المؤمنين الذين يقومون بحق الولاية والنصرة لكم هم الذين يقيمون الصلاة ويؤدونها حق الأداء باشتمالها على الآداب الظاهرة والباطنة، ويعطون الزكاة مستحقيها وهم خاضعون لأوامر الله مع طيب نفس وهدوء بال لا خوفا ولا رياء ولا سمعة، دون المنافقين الذين يقولون: آمنا بأفواههم ولم تؤمن قلوبهم ويأتون بصورة الصلاة لا بروحها ومعناها المقصود منها، فإذا هم قاموا إليها قاموا كسالى يراءون الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا

Artinya: “Sesungguhnya orang mukmin yang berhak mengemban kewalian dan pertolonga (perlindungan) bagi kalian adalah orang-orang yang mendirikan shalat dengan baik dan benar yang mencakup etika zahir dan batin, dan yang menunaikan zakat kepada para yang berhak menerima, dan mereka adalah orang-orang yang tunduk terhadap perintah Allah dengan ketulusan hati, kepatuhan prilaku, tidak karena takut, pamer, atau mencari ketenaran. Bukan orang-orang munafik yang mengucapkan “kami iman kepada Allah” dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka tidak beriman, mereka melakukan shalat hanya zahirnya saja, tanpa melakukannya secara emosional, tanpa makna yang sejatinya dituju. Ketika mereka shalat, mereka melaksanakannya dengan kemalasan. Mereka hanya ingin pamer kepada masyarakat, dan mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit.”

إذا كان الله وليكم وناصركم، وكان الرسول والذين آمنوا أولياء لكم بالتبع لولايته فأنتم بذلك حزب الله والله ناصركم، ومن يتولّ الله بالإيمان به والتوكل عليه ويتول الرسول والمؤمنين بنصرهم وشد أزرهم والاستنصار لهم دون أعدائهم فإنهم هم الغالبون، ولا يغلب من يتولاهم، لأنهم حزب الله

Artinya: “Jika Allah adalah wali dan penolong kalian, Rasulullah dan orang-orang beriman adalah wali kalian juga yang mengikuti perwalian Allah, maka kalian adalah tentara Allah, dan Allah adalah penolong kalian. Barang siapa yang mewalikan diri kepada Allah dengan penuh keimanan kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya, serta mewalikan kepada Rasulullah dan orang-orang mukmin dengan menolong, melindungu, dan membela mereka dari musuh-musuh mereka, maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menang. Tidak akan kalah orang yang mewalikan diri kepada mereka, sebab mereka adalah tentara Allah.”

Ayat yang dibacakan kepada Mohammed Fneish menyiratkan pesan untuk tetap teguh, dan tegar dalam perjuangan melawan Zionis Israel, serta memberikan motivasi untuk tidak berputus asa dan memahami bahwa kemenangan dan kekalahan dalam peperangan adalah sebuah ketetapan Allah, sebagaimana kisah perang Badar dan perang Uhud, dan mengigatkan bahwa kemenangan sejati hanya milik orang-orang yang bertakwa dan ikhlas.

Ayat yang dibacakan kepada Mahmoud Qomati juga menyiratkan pesan yang bisa melengkapi makna tersirat dalam ayat delegasi sebelumnya. Pesan tersirat kepada Qamati adalah untuk tetap menjaga kesetiaan dan solidaritas sesama mukmin agar tidak mudah digoyahkan dan dipermainkan oleh Zionis Israel.

Ayat itu juga menyiratkan pesan kepada seluruh jajaran Hizbullah agar memperkuat ketakwaan dan ketaatan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya seperti shalat dan zakat dengan totalitas zahir dan batin. Mukmin yang baik dan paripurna adalah orang-orang yang layak untuk dijadikan pemegang otoritas. Setiap mukmin yang baik secara zahir dan batin adalah tentara Allah yang berjuang hanya untuk Allah dan Rasul-Nya dan secara mental mereka tidak terkalahkan. Wallahu a’lam.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.