Thu,23 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gus Yahya Nyatakan Maju Kembali di Muktamar Ke-35 NU, Ingin Tuntaskan Program

Gus Yahya Nyatakan Maju Kembali di Muktamar Ke-35 NU, Ingin Tuntaskan Program

gus-yahya-nyatakan-maju-kembali-di-muktamar-ke-35-nu,-ingin-tuntaskan-program
Gus Yahya Nyatakan Maju Kembali di Muktamar Ke-35 NU, Ingin Tuntaskan Program
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Selain Gus Yahya, sejumlah nama mulai disebut dan siap maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 NU, yaitu Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Pengasuh Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), serta mantan Ketua Umum PB PMII Gus Hery Haryanto Azumi.

Gus Yahya mengatakan, keputusannya kembali mencalonkan diri didorong keinginan untuk menuntaskan berbagai agenda strategis yang telah dirintis selama periode pertama kepemimpinannya.

“Saya memang hendak mencalonkan lagi karena, pertama, saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya juga lebih mengerti bagaimana meningkatkan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.

Salah satu program yang menjadi fokus kepemimpinannya ialah transformasi digital tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, sistem manajemen digital yang dikembangkan PBNU telah diterapkan hingga tingkat cabang dan sebagian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).

“Sudah dinikmati sampai ke tingkat cabang dan sebagian MWC, yaitu kepengurusan di tingkat kecamatan. Sudah ada sekitar 900 dari lebih 7.000 MWC yang sudah masuk ke dalam sistem,” ungkapnya.

Ia optimistis, sesuai rencana yang telah disusun, seluruh struktur kepengurusan NU dari tingkat wilayah, cabang, hingga MWCNU akan terintegrasi dalam sistem digital dalam waktu kurang dari satu tahun.

Menurutnya, digitalisasi akan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.

Kiprah Gus Yahya

Gus Yahya merupakan putra ulama kharismatik KH Muhammad Cholil Bisri dan cucu KH Bisri Mustofa, ulama sekaligus penyusun Tafsir Al-Ibriz. Ia juga merupakan adik Menteri Agama sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Yaqut Cholil Qoumas. Sementara itu, pamannya, KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus), saat ini menjabat Mustasyar PBNU.

Pendidikan pesantrennya ditempuh di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, yang didirikan kakeknya, kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma’shum. Ia juga pernah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pada masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Gus Yahya dipercaya menjadi salah satu Juru Bicara Presiden bersama Wimar Witoelar dan Addie M. Massardi.

Selanjutnya, pada 31 Mei 2018, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Di lingkungan PBNU, Gus Yahya menjabat Katib Aam PBNU periode 2015–2021 mendampingi Rais Aam KH Ma’ruf Amin (2015–2018) dan KH Miftachul Akhyar (2018–2021).

Di tingkat internasional, Gus Yahya dikenal aktif menyuarakan dialog antaragama, perdamaian dunia, dan gagasan Islam Nusantara. Atas kiprahnya tersebut, namanya beberapa kali masuk dalam daftar The 500 Most Influential Muslims.

Pada Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung pada 2021, Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021–2026 setelah memperoleh 337 suara dari total 548 suara sah dalam Sidang Pleno V.

NU Online akan menyajikan profil tokoh-tokoh lain yang disebut dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada berita terpisah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.