Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Mengintip JIKS, Sekolah Korea di Jakarta yang Memadukan Kurikulum Korea, Cambridge, dan Bahasa Indonesia

Mengintip JIKS, Sekolah Korea di Jakarta yang Memadukan Kurikulum Korea, Cambridge, dan Bahasa Indonesia

mengintip-jiks,-sekolah-korea-di-jakarta-yang-memadukan-kurikulum-korea,-cambridge,-dan-bahasa-indonesia
Mengintip JIKS, Sekolah Korea di Jakarta yang Memadukan Kurikulum Korea, Cambridge, dan Bahasa Indonesia
service

Jakarta Indonesia Korean School


Dalam waktu 50 tahun, Jakarta Indonesia Korean School (JIKS) telah meluluskan hampir 8.500 siswa dari tiga jenjang pendidikan. Padahal, saat sekolah ini pertama kali dibuka pada 1976, hanya ada 26 anak yang duduk di bangku kelas. Itu pun baru mencakup tiga tingkat sekolah dasar.

Perjalanan JIKS dari sekolah kecil komunitas ekspatriat Korea menjadi institusi pendidikan lintas jenjang yang diakui dua negara ini, menyimpan cerita menarik. Kisahnya tentang bagaimana sebuah komunitas migran membangun identitas sambil beradaptasi dengan negeri yang mereka tinggali.

JIKS berdiri pada 1976 dengan persetujuan resmi Pemerintah Korea Selatan. Saat itu, sekolah ini murni ditujukan untuk anak-anak keluarga Korea yang bekerja dan menetap di Indonesia, dengan skala yang masih sangat terbatas.

Butuh 14 tahun sebelum sekolah ini benar-benar mendapat pengakuan penuh dari negara tempatnya berdiri. Baru pada 1990, Pemerintah Indonesia resmi memberikan izin operasional. Status ini penting karena artinya JIKS kini diakreditasi oleh dua pemerintah sekaligus, Korea Selatan dan Indonesia, menurut informasi di situs resmi sekolah.

Fase ekspansi tak lama setelah itu. Pada 1993, sekolah pindah ke gedung baru. Setahun berikutnya, jenjang SMP dibuka, disusul SMA pada 1997. Gedung SMA kemudian diperluas lagi pada 2012 untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah.

Kini, sekolah berdiri di atas lahan seluas 23.851 meter persegi di Jalan Bina Marga, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur, dengan total luas lantai bangunan mencapai 17.411 meter persegi. Bangunan itu dilengkapi dengan lapangan olahraga, kolam renang, lapangan tenis, hingga pusat pembelajaran alam seluas 300 meter persegi, berdasarkan data resmi JIKS per Maret 2026.

Ini Bukan Sekadar Sekolah Korea di Indonesia

Yang membedakan JIKS dari sekolah nasional yang dipindah ke luar negeri adalah desain kurikulumnya yang sengaja dibuat dwiarah. Sekolah ini menjalankan program yang menggabungkan kurikulum pendidikan Korea dengan karakteristik lokal Indonesia.

Untuk tahun ajaran 2026, JIKS mengacu pada Kurikulum Revisi 2015 dan Kurikulum Revisi 2022 dari Korea Selatan. Pada kurikulum ini, porsi bahasa asing semakin diperbanyak.

Jam pelajaran bahasa Inggris ditingkatkan menjadi 11 hingga 16 jam per minggu, dengan sistem kurikulum Cambridge. Kelas ini menghadirkan dua guru sekaligus. Satu guru penutur asli dan satu guru Korea.

Kelas bahasa Indonesia juga diwajibkan di semua tingkatan sebagai bekal siswa menghadapi masyarakat tempat mereka tinggal.

Di sisi lain, identitas Korea tetap dijaga ketat. Mata pelajaran Sejarah Korea wajib diambil di SMP dan SMA, masing-masing 102 jam, ditambah pelajaran Etika 34 jam. Sekolah juga rutin menggelar Lomba Menulis Patriotisme dan peringatan Hari Hangeul, hari yang merayakan aksara Korea.

Menyiapkan Anak Diaspora untuk Era Digital

JIKS juga mendorong literasi teknologi sejak dini. Siswa kelas 7 dan 8 menjalani 136 jam pembelajaran teknologi informasi, sementara siswa kelas 12 bisa mengambil mata kuliah pilihan lanjutan seperti Grafik Komputer dan Dasar-Dasar Pemrograman.

Ada pula Pusat Pendidikan Anak Berbakat yang menggabungkan program matematika-sains terpadu dengan pelatihan berpikir algoritmik dan pengkodean fisik untuk siswa berbakat.

Pendekatan ini mencerminkan kesadaran sekolah bahwa lulusannya kelak akan bersaing di pasar kerja global, bukan hanya di Korea atau Indonesia saja.

Selama hampir lima dekade, JIKS tidak hanya berperan sebagai sekolah bagi anak-anak warga Korea Selatan di Indonesia, tetapi juga menjaga kesinambungan identitas budaya para siswanya.

Kurikulumnya dirancang dengan perpaduan pendidikan Korea, penguasaan bahasa Inggris, serta pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, sekolah berupaya membentuk lulusan yang tetap berakar pada identitas kebangsaannya, sekaligus memiliki kemampuan untuk berkiprah di lingkungan internasional.

Di saat yang sama, JIKS juga menanamkan tiga nilai utama yang menjadi fondasi pendidikan mereka, yakni rasa hormat, keseimbangan, dan tanggung jawab.

“Kami menjalankan program pendidikan yang khas yang mencakup pendidikan bahasa Korea dan identitas nasional untuk memungkinkan siswa hidup sebagai warga Korea yang bangga di dunia..,” sebagaimana dikutip dari Sambutan Kepala pada laman resminya.

JIKS memiliki filosofi pendidikan yang menekankan keseimbangan antara identitas dan wawasan global. Sekolah ini tidak hanya membekali siswa dengan pendidikan bahasa Korea untuk mempertahankan jati diri mereka, tetapi juga memperkuat kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia agar mampu beradaptasi di lingkungan internasional.

Nilai-nilai seperti rasa hormat, keseimbangan, dan tanggung jawab pun menjadi bagian yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

“Dengan keyakinan bahwa titik awal pendidikan adalah minat, vitalitas pendidikan adalah pembelajaran berkelanjutan, dan kehidupan pendidikan adalah cinta,” katanya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.