Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Asal Usul Kelelawar Menggantungkan Diri, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

Kisah Asal Usul Kelelawar Menggantungkan Diri, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

kisah-asal-usul-kelelawar-menggantungkan-diri,-cerita-rakyat-dari-sulawesi-selatan
Kisah Asal Usul Kelelawar Menggantungkan Diri, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan
service

Kisah Asal Usul Kelelawar Menggantungkan Diri, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan | Pexels/Fabian Kessler


Kelelawar menggantungkan diri tentu menjadi hal yang lumrah dijumpai saat sekarang. Namun ternyata, ada sebuah cerita rakyat dari daerah Sulawesi Selatan yang mengisahkan tentang asal usul kelelawar bisa menggantungkan diri dengan posisi kepala di bawah.

Simak kisah dari cerita rakyat Sulawesi Selatan ini dalam artikel berikut.

Kisah Asal Usul Kelelawar Menggantungkan Diri, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

Dikutip GNFI dari buku Jemmain yang berjudul Cerita Rakyat Bugis, alkisah pada zaman dahulu semua binatang yang ada di hutan hidup layaknya manusia. Mereka bisa berkomunikasi dan saling mengerti antara satu sama lainnya.

Bahkan para binatang di hutan juga memiliki pemerintahnya sendiri. Harimau ditunjuk sebagai raja hutan di antara mereka.

Sementara itu, kancil ditunjuk sebagai hakim untuk menegakkan peraturan yang ada di hutan tersebut. Sebab kancil dikenal sebagai hewan yang sangat cerdik jika dibandingkan yang lainnya.

Di hutan tersebut, harimau akan mengatur agar semua peraturan berjalan dengan baik. Jika ada yang melanggar, maka binatang tersebut akan dibawa ke hadapan kancil.

Nantinya kancil akan memutuskan apakah binatang tersebut bersalah. Jika bersalah, maka dia pun akan dijatuhi hukuman.

Pada suatu hari, muncul kegaduhan di tengah hutan. Ternyata petani yang memiliki kebun di sana mengeluhkan buah-buah yang dia tanam menjadi hilang dan rusak.

Petani ini mengaku melihat binatang terbang berwarna hitam yang sering mendatangi kebunnya. Dia pun curiga jika binatang itulah yang mencuri buah-buahnya.

Kabar ini ternyata sampai ke telinga harimau. Menanggapi hal tersebut, harimau pun memerintahkan kancil untuk menyelidikinya.

Setelah ditelusuri lebih dalam, ciri-ciri ini ternyata merujuk pada kelelawar. Harimau pun memanggil pemimpin kelelawar di hadapannya.

Harimau pun menanyakan perkara ini pada pemimpin kelelawar. Setelah meneliti lebih jauh, ternyata benar ada beberapa ekor dari kaumnya yang melakukan pencurian itu.

Karena kelelawar mengakui kesalahannya, maka harimau pun menyerahkan perkara ini kembali pada kancil. Harimau meminta kancil menentukan hukuman yang pantas untuk kelelawar.

Kancil pun bertanya bagaimana kelelawar tersebut memakan buah-buahan yang ada di kebun. Kelelawar itu pun menjelaskan tata caranya dengan detail.

Dia berkata jika begitu tiba di kebun, kelelawar ini kemudian bergantung terbalik di dahan pohon. Setelah itu mereka langsung memakan semua buah yang ada di sana hingga kenyang.

Kancil pun akhirnya menemukan hukuman yang pantas untuk mereka. Kancil memutuskan agar semua kelelawar harus bergantung terbalik sejak saat itu.

Akhirnya semua kelelawar mesti menjalani hukuman tersebut. Harimau mewanti-wanti jika ada kelelawar yang melanggar, maka hukuman lebih berat akan menimpa mereka.

Hari demi hari berlalu, para kelelawar ini sudah menjalani hukuman yang mereka dapatkan. Namun mereka pun menjadi kesulitan untuk beraktivitas seperti sebelumnya.

Apalagi sudah menjadi tabiat bagi para kelelawar yang tidak bisa menolak buah segar di atas pohon. Apalagi kebun petani yang ada di sana memang sudah masuk musim panen.

Pemimpin kelelawar berusaha menjaga agar tidak ada lagi anggotanya yang melanggar peraturan. Namun di satu sisi, dia juga tidak ingin para kelelawar kelaparan.

Akhirnya dia pun memutar otak agar bisa menjadi solusi yang tepat. Akhirnya pemimpin kelelawar memerintahkan di antara mereka untuk keluar di malam hari.

Saat malam tiba, tidak ada lagi binatang lain yang melakukan aktivitas. Jadi tidak ada yang akan memperhatikan gerak-gerik para kelelawar tersebut.

Badan mereka yang hitam akan memudahkan untuk bergerak leluasa saat malam tiba. Nantinya mereka bisa mengambil buah-buahan yang ada di kebun dan dinikmati bersama.

Solusi ini ternyata berjalan dengan lancar. Petani sempat mengeluhkan buah-buah di kebunnya yang masih saja hilang.

Namun karena tidak memiliki bukti kuat, dia pun hanya bisa menerima kenyataan. Konon dari sinilah asal usul para kelelawar selalu menggantungkan diri mereka serta beraktivitas saat malam tiba.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.