Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Banjir Padang 3 Agustus Mulai Surut, Warga Bersih-Bersih di Tengah Trauma yang Belum Hilang

Banjir Padang 3 Agustus Mulai Surut, Warga Bersih-Bersih di Tengah Trauma yang Belum Hilang

banjir-padang-3-agustus-mulai-surut,-warga-bersih-bersih-di-tengah-trauma-yang-belum-hilang
Banjir Padang 3 Agustus Mulai Surut, Warga Bersih-Bersih di Tengah Trauma yang Belum Hilang
service

Jakarta, NU Online

Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatea Barat, mulai surut. Seiring menurunnya genangan air, warga kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lingkungan dan bangunan yang terdampak. Namun, di balik aktivitas pemulihan tersebut, tersimpan trauma mendalam akibat banjir pada akhir tahun 2025.

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas sangat tinggi mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi kawasan permukiman dengan tinggi muka air mencapai sekitar 1,5 meter di beberapa lokasi.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Sejumlah kelurahan yang terdampak antara lain Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih, Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara, Pagambiran Ampalu Nan XX, hingga Surau Gadang.

Warga Kota Padang, Albert Reza menilai banjir yang kembali terjadi menunjukkan masih adanya persoalan yang belum terselesaikan di kawasan aliran sungai.

“Endapan-edapan lumpur yang ada di sepanjang Sungai Kuranji itu yang menyebabkan banjir bandang terulang. Jadi kalau seandainya hujan persekian jam, itu langsung airnya naik semua. Ruas-ruang jalanan utama di Kota Padang itu lumpuh total karena banjir,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (6/8/2026).

Reza menyampaikan bahwa sejak Selasa (4/8/2026) hingga saat ini pembersihan terus dilakukan oleh masyarakat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Prioritas pembersihan difokuskan pada sekolah, rumah ibadah, serta rumah warga yang terdampak paling parah.

“Mulai selasa hingga sekarang pembersihan daerah yang terdampak banjir terus dilakukan, fokus utamanya di titik-titik sekolah, rumah ibadah. Kalau rumah warga yang rumahnya tidak terlalu parah, maka dilakukan pembersihan di jalanan, tapi kalau sampai parah, dibersihkan masuk ke dalam lumpur-lumpurnya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa banjir bandang pada November 2025 masih menyisakan trauma bagi masyarakat.

“Sebetulnya dampak banjir bandang November 2025 itu, masyarakat di Kota Padang mengalami trauma jika curah hujannya tinggi, jadi mereka mulai waspada tapi ya kewaspadaannya sudah di tingkat pasrah, tidak bisa ngapa-ngapain karena beberapa rumah yang dekat dengan aliran sungai itu hujan deras sebentar, air naik, banjir lagi, mereka sudah di titik pasrah sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat telah melakukan evakuasi, kaji cepat, dan pendataan warga terdampak.

“Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026,” ujarnya di Jakarta pada Rabu (5/7/2026).

BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah guna mengurangi risiko bencana susulan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.