Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Warga Alami Krisis Air Bersih Ketika Hutan Penyangga Padang Rusak

Warga Alami Krisis Air Bersih Ketika Hutan Penyangga Padang Rusak

warga-alami-krisis-air-bersih-ketika-hutan-penyangga-padang-rusak
Warga Alami Krisis Air Bersih Ketika Hutan Penyangga Padang Rusak
service

Rosi tengah sibuk mencuci pakaian di Batang (Sungai) Kuranji. Satu baskom penuh pakaian kotor dia angkut dengan sepeda motor dari rumahnya di Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejauh sekitar satu kilometer. Sejak sumur di rumahnya mengering, sungai itu menjadi tempat mencuci sekaligus mandi keluarganya. Setiap pagi, sebelum matahari terlalu terik, perempuan 45 tahun itu membawa pakaian ke tepi sungai, sementara air bersih yang dahulu mengalir dari keran rumah kini tinggal kenangan. Kekeringan mulai mereka rasakan setelah banjir bandang menerjang kawasan itu, akhir November 2025. Meski sudah delapan bulan berlalu, tetapi sumur mereka belum juga pulih. “Sumur kering sejak banjir akhir tahun lalu itu. Kami sudah coba gali lebih dalam, tetap tidak keluar air,” kata Rosi, Sabtu (25/7/26). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, suaminya harus mencari air ke sumber mata air di perbukitan dan membawa pulang menggunakan jeriken. Air itu untuk memasak, mandi, dan kebutuhan anak-anak mereka sebelum berangkat sekolah. “Kalau anak sekolah, kami usahakan tetap ada air bersih. Jangan sampai gara-gara air, sekolahnya terganggu,” katanya. Sisa-sisa potongan kayu terbawa banjir di Sumbar tersangkut di jembatan di jembatan. Foto: Jaka Hendra Baittri/Mongabay Indonesia. Krisis air bersih, bergantung bantuan pemerintah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang memang mendistribusikan air kepada warga. Namun mobil tangki tidak datang setiap harihingga tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Evi, warga lainnya ceritakan hal serupa. Sebelum banjir bandang,  tak pernah membayangkan harus mengatur penggunaan air sedemikian ketat karena air bersih selalu tersedia di rumahnya. Kini, dia harus menghemat untuk setiap tetesnya. Untuk mencuci, dia kerap…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.