Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Gempa M7,7 Flores: Bantuan Bergerak, Warga Butuh Tempat Aman dan Dukungan untuk Pulih

Gempa M7,7 Flores: Bantuan Bergerak, Warga Butuh Tempat Aman dan Dukungan untuk Pulih

gempa-m7,7-flores:-bantuan-bergerak,-warga-butuh-tempat-aman-dan-dukungan-untuk-pulih
Gempa M7,7 Flores: Bantuan Bergerak, Warga Butuh Tempat Aman dan Dukungan untuk Pulih
service

Wahana Visi Indonesia di Flores


Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada ribuan warga di sedikitnya tujuh kabupaten. Kerusakan rumah, jalan, dan fasilitas umum membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah dan bertahan di tempat pengungsian.

Wahana Visi Indonesia (WVI) telah menurunkan tim tanggap bencana sejak hari pertama gempa. Organisasi kemanusiaan tersebut menargetkan bantuan bagi 25.000 warga terdampak, termasuk 12.000 anak-anak, selama tiga bulan masa respons bencana.

Disaster Management Manager WVI Fransisco Fernando mengatakan, kondisi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju wilayah terdampak dan komunikasi.

“Berdasarkan pantauan tim kami yang berada di enam kabupaten, kendala terbesar saat ini adalah akses dan komunikasi,” kata Fransisco kepada Good News From Indonesia.

Enam kabupaten yang menjadi lokasi pemantauan WVI yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende. Di sejumlah wilayah, jaringan komunikasi masih terganggu sehingga informasi mengenai kondisi warga tidak selalu dapat diterima dengan cepat.

Rumah Rusak, Warga Butuh Tempat Tinggal Sementara

Kerusakan rumah menjadi salah satu persoalan yang paling dirasakan warga setelah gempa. Sebagian keluarga belum dapat kembali ke rumah karena bangunan mengalami kerusakan dan dinilai belum aman untuk ditempati.

“Banyak rumah mengalami kerusakan sehingga keluarga tidak dapat kembali ke rumah mereka,” ujar Fransisco.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi prioritas. Namun, ketersediaan terpal dan material shelter di sejumlah wilayah juga terbatas dan sulit diperoleh di pasar lokal.

WVI telah mendistribusikan 104 paket tenda keluarga di Kabupaten Manggarai, 46 paket di Manggarai Timur, dan 27 paket di Manggarai Barat. Selain itu, 157 paket terpal keluarga disalurkan di Nagekeo dan 17 paket di Manggarai Barat.

Paskalis Jangkar, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas di salah satu kecamatan di Manggarai Timur, mengatakan masyarakat masih mengalami ketakutan setelah gempa.

“Masyarakat merasa sangat terguncang dengan gempa yang terjadi. Banyak rumah rubuh atau rusak dan merasa takut,” kata Paskalis.

Menurut dia, bantuan yang datang pada hari yang sama membantu warga mendapatkan tempat tinggal sementara sembari menunggu situasi membaik.

Air Bersih dan Kebutuhan Anak Jadi Perhatian

Selain tempat tinggal, kebutuhan air bersih mulai menjadi perhatian di sejumlah wilayah. WVI telah menyalurkan air bersih di Kabupaten Nagekeo dan Ngada sembari melakukan pemetaan terhadap daerah yang mengalami gangguan akses.

Kebutuhan lain yang masih diperlukan mencakup perlengkapan kebersihan, selimut, kebutuhan rumah tangga dasar, serta perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan.

“Bantuan sudah mulai bergerak dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, komunitas lokal, dan berbagai pihak lainnya. Namun karena luasnya area terdampak, kondisi geografis Flores, serta masih adanya hambatan akses, kebutuhan di lapangan masih lebih besar dibandingkan bantuan yang telah tersedia saat ini,” ujar Fransisco.

WVI juga memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak di Manggarai Barat dan Ende. Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons karena anak-anak termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana.

Ke depan, WVI berencana menyediakan perlengkapan tempat tinggal darurat, perlengkapan kebersihan, air bersih, ruang ramah anak, dukungan psikososial, serta dapur Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Bantuan tunai multi guna juga tengah dipertimbangkan untuk mendukung proses pemulihan awal keluarga terdampak.

Akses Jalan Terhambat, Bantuan Terus Dipetakan

Distribusi bantuan tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat. Sejumlah jalan mengalami kerusakan, retakan, hingga tertutup longsor. Tim tanggap bencana harus mencari jalur alternatif atau menunggu pembukaan akses oleh pihak berwenang.

Di tengah kondisi tersebut, potensi gempa susulan juga menjadi pertimbangan dalam mobilisasi tim. WVI memastikan keselamatan staf tetap menjadi bagian dari respons di lapangan.

Fransisco mengatakan, asesmen cepat terus dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk warga di desa terpencil dan wilayah yang berada dekat dengan pusat gempa.

“Karena itu Wahana Visi Indonesia selalu berkoordinasi dengan pemerintah, organisasi kemanusiaan, komunitas lokal, dan masyarakat,” katanya.

Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, perhatian akan diarahkan pada pemulihan dan kesiapsiagaan. WVI mendorong penguatan perencanaan evakuasi, kesiapan sekolah dan fasilitas pelayanan masyarakat, serta mekanisme tanggap darurat berbasis komunitas.

“Tujuan akhir pemulihan bukan hanya membantu masyarakat kembali seperti sebelum bencana, tetapi membantu mereka bangkit dengan kondisi yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih siap menghadapi risiko di masa depan,” ujar Fransisco.

Untuk saat ini, kebutuhan paling mendesak tetap berada pada hal-hal dasar: tempat tinggal yang aman, air bersih, perlengkapan kebersihan, layanan kesehatan, serta dukungan bagi anak dan keluarga.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.