Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Asap Karhutla Makin Tebal, Jarak Pandang Pengendara di Kalimantan Terganggu

Asap Karhutla Makin Tebal, Jarak Pandang Pengendara di Kalimantan Terganggu

asap-karhutla-makin-tebal,-jarak-pandang-pengendara-di-kalimantan-terganggu
Asap Karhutla Makin Tebal, Jarak Pandang Pengendara di Kalimantan Terganggu
service

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu kabut asap tebal di sejumlah wilayah Kalimantan. Asap menyelimuti permukiman hingga ruas jalan, menurunkan jarak pandang pengendara dan membuat warga harus lebih berhati-hati saat beraktivitas.

Warga Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rasta Ari Sukma, mengatakan asap akibat kebakaran sebenarnya telah muncul sejak Januari 2026. Namun, kondisi terparah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Seperti gantian gitu, misalnya di daerah Kota Samarinda, nanti di Kabupaten Berau, nanti di Balikpapan, nanti di Kotawaringin Timur. Cuma puncak asap parah itu beberapa hari ini, dari Senin kira-kira. Asap tebal banget itu kemarin,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (20/8/2026).

“Setiap hari Kalimantan tidak pernah bebas asap kebakaran selama musim kemarau, pasti ada asap kebakaran,” lanjut Rasta.

Ia mengatakan aktivitas pemadaman juga kerap terlihat di sekitar tempat tinggalnya yang berada dekat perkebunan sawit.

“Setiap hari damkar lewat di depan rumah saya. Kadang kalau kebakarannya dekat dengan rumah, saya ikut membantu memadamkan, takut kena ke rumah,” katanya.

Rasta mengungkapkan dampak asap juga dirasakan anak-anak dan orang dewasa. Warga terpaksa menggunakan masker setiap hari, sementara aktivitas sekolah dan perkantoran tetap berjalan.

“Anak-anak di sini, termasuk kami yang dewasa, setiap hari pakai masker. Masker sekali keluar, pas masuk ke rumah langsung kotor karena debu dan asapnya tebal. Sekolah dan kantor tetap masuk, cuma ya tadi harus pakai masker supaya tidak sesak napas,” tuturnya.

Ia menyampaikan gangguan paling nyata dirasakan saat warga menggunakan jalan. Menurutnya, jarak pandang ketika berkendara dapat menurun drastis akibat tebalnya asap.

“Mungkin jarak pandang ketika saya mengendarai motor hanya 10 meter karena tebal asapnya. Kita para pengendara motor ataupun mobil tidak berani ngebut karena terhalang jarak pandang,” ujarnya.

Rasta menjelaskan kondisi lahan di wilayahnya sangat kering hingga menyebabkan tanah retak. Kondisi tersebut membuat kebakaran lahan mudah merambat karena tanaman dan pepohonan mengering, sementara ketersediaan air tanah sangat terbatas.

“Di sini memang kering sekali karena tanaman atau pohon kering, sedangkan air tanahnya tidak ada. Ya sudah, cepat merambat ke mana-mana. Jadi ketika panas banget gitu, api muncul sendiri dari musim kemarau yang panas banget,” ungkapnya.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran asap karhutla terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Di Kalimantan Tengah, pemerintah daerah mencatat 603 titik panas hingga 9 Agustus 2026. Sementara itu, data BMKG pada dasarian pertama Agustus menunjukkan sekitar 4.700 titik panas di Kalimantan Timur.

Asap karhutla juga memperburuk kualitas udara dan berpotensi membahayakan kesehatan. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang kategori berbahaya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.