Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Cerita Fanny Ghassani Pernah Merasa Tidak Dibela Suami saat Berjuang Punya Anak

Cerita Fanny Ghassani Pernah Merasa Tidak Dibela Suami saat Berjuang Punya Anak

cerita-fanny-ghassani-pernah-merasa-tidak-dibela-suami-saat-berjuang-punya-anak
Cerita Fanny Ghassani Pernah Merasa Tidak Dibela Suami saat Berjuang Punya Anak
service

Jakarta

Artis Fanny Ghassani baru-baru ini mengungkap rencananya untuk memiliki momongan setelah 9 tahun menikah dengan Erwan Agustian Priyambudi. Fanny dan suami memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, Bunda.

Selama 9 tahun membina rumah tangga, Fanny ternyata pernah merasa tidak dibela oleh suaminya saat berjuang punya anak. Hal ini diungkap Fanny saat berbincang di podcast Melaney Ricardo.

“Sempat merasa sendirian? Jujur ada waktu itu. Ya itulah, ada momen di mana aku ngerasa enggak dibelain. Kalau itu terjadi sekali enggak apa-apa. Tapi ketika itu terjadi menahun, itu jadi luka,” kata Fanny.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tapi ya namanya hubungan pasti terus belajar,” sambungnya, dilansir channel YouTube Melaney Ricardo. HaiBunda telah meminta izin untuk mengutip konten ini.

Fanny tidak mau diam saja, Bunda. Perempuan 35 tahun ini menyampaikan isi hatinya ke sang suami. Ia dengan tegas meminta support dari suami untuk membelanya saat dihakimi oleh orang lain.

“Aku sampaikan ke suami aku, aku bilang, ‘Aku butuh support kamu, aku butuh kamu step up ketika ada orang lain yang berusaha untuk menghakimi aku, karena enggak mungkin aku membela diri sendirian, terus kamunya main HP gitu. Aku butuh kamu di situ’,” ungkapnya.

“Ya, pelan-pelan suami aku bisa mengerti. Makanya kenapa tadi aku bisa ngomong kalau yang pertama kali tuh sebenarnya suaminya step up buat istrinya biar istrinya enggak depresi dan stres sendirian.”

Kata Fanny soal dukungan dari suami dan mertua

Fanny mengatakan bahwa support dari suami dan keluarga begitu penting bagi perempuan yang sedang berjuang untuk punya momongan. Menurutnya, masih banyak orang menganggap perempuan sebagai sumber masalah ketika tak kunjung hamil.

“Tapi sebenarnya kalau aku boleh ngomong, mungkin ke suaminya juga ya. Bukan hanya kepada perempuan yang belum bisa mendapatkan anak. Sering kali juga di lingkungan kita itu ketika istri dan suami belum bisa punya anak, itu yang pertama kali ditanyakan dan dicari kesalahannya itu adalah perempuan,” ujar Fanny.

“Bayangkan kalau perempuan itu enggak dapat support dari suaminya dan mertuanya. Disalahkan, ‘gara-gara lu nih mandul sih lo’, dan tidak ada pembelaan dari suami dan mertua, bayangkan bagaimana depresinya,” lanjutnya.

Bagi Fanny, dukungan dari suami dan keluarga tak hanya membantu perempuan kuat. Dukungan yang tepat juga bisa mencegah perempuan dari stres hingga depresi, Bunda.

“Jadi support sistem itu dibutuhkan, suaminya harus hadir, belain istrinya di depan banyak orang. Mertuanya harus hadir, belain anak mantu di depan banyak orang. jadi enggak ngerasa sendirian,” kata Fanny.

“Sebab, yang bikin depresi menurut aku bukan enggak bisa hamilnya, tapi tapi tuntutan dari orang sekitar dan tidak ada support dari orang sekitar. Kayak, ‘Gue dibilang enggak bisa hamil tapi suami gue diam aja atau bahkan ngetawain gue atau nyalahin gue’,” sambungnya.

Fanny mulai program bayi tabung setelah 9 tahun menikah

Pada akhir Juli lalu, Fanny mengungkap program bayi tabung yang dijalaninya bersama suami untuk mendapatkan momongan. Pasangan yang menikah pada 20 Mei 2017 ini ternyata sudah mengetahui adanya kendala medis untuk hamil sejak tahun pertama pernikahan, Bunda.

“Sebenarnya dari tahun pertama, kita sudah tahu permasalahannya tuh di mana, dan solusinya seperti apa. Tapi kan untuk mencoba bayi tabung butuh kesiapan mental ya,” kata Fanny, dikutip dari YouTube TRANS TV Official.

Fanny dan suami akhirnya mulai menjalani program bayi tabung di tahun 2025. Menurutnya, keputusan ini diambil lantaran ia dan sang suami sudah siap secara mental.

“Suami alhamdulillah, karena ini awal mulanya dia yang inisiatif, kayak ‘aku sudah siap’. Akhirnya, karena sudah 10 tahun, (siap),” ungkapnya.

Demikian kabar terbaru dari Fanny Ghassani yang bercerita tentang perjuangannya mendapatkan momongan. Semoga kisahnya dapat menginspirasi ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.