Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. BPK: Korupsi bisa dideteksi sejak dini lewat pengawasan berlapis

BPK: Korupsi bisa dideteksi sejak dini lewat pengawasan berlapis

bpk:-korupsi-bisa-dideteksi-sejak-dini-lewat-pengawasan-berlapis
BPK: Korupsi bisa dideteksi sejak dini lewat pengawasan berlapis
service

Namanya konsep Four Lines of Defense. Ini bisa diterapkan di sektor privat maupun di sektor publik

Semarang (ANTARA) – Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Prof. Dr. Akhsanul Khaq mengakui bahwa penyimpangan keuangan atau korupsi bisa dideteksi sejak dini lewat pengawasan berlapis mulai dari lapisan paling bawah.

“Namanya konsep Four Lines of Defense. Ini bisa diterapkan di sektor privat maupun di sektor publik,” katanya, di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci seminar nasional bertema “Membangun Kepercayaan Publik melalui Transparansi Pemerintah dan Badan Usaha: Transparansi dan Akuntabilitas sebagai Fondasi Kepercayaan Publik”.

Baca juga: BPK dalami soal pemanfaatan sampah sebagai sumber energi

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Tengah bersama dengan BPK RI dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Four Lines of Defense (Empat Lini Pertahanan) dalam konteks anti-korupsi dan manajemen risiko adalah kerangka kerja tata kelola organisasi untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani fraud (tindakan kecurangan) serta tindakan korupsi secara berlapis.

Ia mengatakan lapisan pertama adalah manajemen yang melaksanakan yang memiliki bagian tertentu yang mengurusi, misalnya pengadaan barang atau jasa.

“Lini yang kedua adalah di bagian yang sifatnya adalah dari kantor. Termasuk juga ‘risk management’. Yaitu ada biro, misalnya biro perencanaan, biro keuangan, dan sebagainya” katanya.

Menurut dia, biro-biro tersebut memang bertugas untuk merencanakan dan menganggarkan suatu program yang akan dilaksanakan.

“Sehingga kalau memang enggak dianggarkan dan sebagainya ya berarti harusnya ini tidak diteruskan, tidak dilaksanakan. Nah, ini adalah lini kedua,” katanya.

Baca juga: BPK dan SAI Timor Leste kerja sama dalam pemeriksaan sektor publik

Lini ketiga adalah internal audit, kata dia, seperti SPI (satuan pengawasan internal, inspektorat, atau bisa juga inspektorat jenderal (itjen).

Di lini ketiga, bisa melihat bagaimana misalnya prosedur yang telah dijalankan oleh lini pertama, kelanjutannya, dan sebagainya, sehingga kemudian mencegah terjadinya celah atau terjadinya suatu penyimpangan.

“Kemudian lini terakhir bisa dua ya, bisa BPK atau BPKP. Jadi, intinya bahwa BPK ini sebenarnya lebih senang itu kalau misalnya kita enggak ada temuan. Temuannya sudah selesai di lingkup pertama, kedua, atau ketiga,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Gunarto mengapresiasi Prof Akhsanul yang telah memberikan perspektif sangat penting mengenai bagaimana keuangan negara tidak hanya soal angka, namun juga tanggung jawab dan kepercayaan rakyat.

Menurut dia, setiap sumber daya yang dikelola oleh badan usaha membawa tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan dalam setiap keputusan yang diambil oleh para pelaksana organisasi di bidang keuangan.

“Transparansi bukan sekedar kewajiban administratif, akuntabilitas bukan sekedar laporan yang harus diselesaikan. Keduanya adalah fondasi moral dan institusional dalam menjaga amanah publik di hadapan rakyat dan Allah SWT,” katanya.

Baca juga: BPK catat Rp2,17 miliar harus dipulihkan ke kas daerah Banggai

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.