Arina.id – Amerika Serikat (AS) kembali menggempur Iran beberapa hari terakhir. Terbaru, rudal AS menghantam sebuah acara pernikahan warga di Kuhestak, Provinsi Hormozgan, hingga menyebabkan puluhan orang menjadi korban.
Dikutip dari Sputnik, total korban sementara mencapai 68 orang dalam serangan sepihak tersebut. Wakil Gubernur setempat Ahmad Nafisi mengatakan, puluhan warga tersebut sedang merayakan acara pesta pernikahan ketika sebuah rudal menyasar lokasi pesta.
“Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68,” kata Nafisi dikutip kantor berita pemerintah, Selasa 1 September 2026.
Nafisi menjelaskan, dari total 68 korban tersebut, 4 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, kepala komisi keamanan nasional di Parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan Iran akan membalas AS atas serangan yang mereka perbuat terhadap acara pernikahan di Provinsi Hormozgan.
“Serangan terhadap acara pernikahan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Kuhestak, Iran, adalah bukti yang paling nyata akan keputusasaan pembela HAM palsu serta pengulangan atas kejahatan mereka di Minab dan Lamerd,” kata Azizi melalui media sosial X.
“Jangan salah, kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Tidak ada yang akan melindungi mereka dari tekad baja Angkatan Bersenjata Iran,” tambahnya.
AS menargetkan IRGC
Sebelumnya, Pusat Komando AS CENTCOM menyatakan pasukan AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa. Washington berdalih operasi tersebut sebagai respons atas upaya serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan personel AS di kawasan.
“Hari ini pukul 12.00 waktu AS bagian timur (ET), pasukan AS mulai menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform media sosial X.
CENTCOM mengatakan serangan tersebut dilakukan menyusul sejumlah upaya serangan terbaru oleh IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan personel militer AS yang ditempatkan di kawasan.
“Serangan tersebut menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan,” kata CENTCOM.
Sebelum pengumuman CENTCOM, Axios juga melaporkan serangan terbaru tersebut dengan mengutip sejumlah pejabat AS. Ketegangan antara Teheran dan Washington tetap tinggi sejak perang dimulai dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Kesepakatan kerangka kemudian ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. AS pada Juli melancarkan kampanye pengeboman selama dua pekan dan kembali memberlakukan blokade laut setelah muncul perbedaan mengenai pelayaran di Selat Hormuz.





Comments are closed.