Thu,3 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengenal Lielaphis slashi, Ular Tanah Bernama Gitaris Band Rock Legendaris

Mengenal Lielaphis slashi, Ular Tanah Bernama Gitaris Band Rock Legendaris

mengenal-lielaphis-slashi,-ular-tanah-bernama-gitaris-band-rock-legendaris
Mengenal Lielaphis slashi, Ular Tanah Bernama Gitaris Band Rock Legendaris
service

Nama Slash identik dengan gitar, rambut keriting, dan Guns N’ Roses. Namun, kini nama panggung musisi bernama asli Saul Hudson itu juga melekat pada seekor ular tanah yang baru dikenali dari Papua Nugini.

Ular tersebut diberi nama ilmiah Lielaphis slashi. Spesies baru ini diumumkan oleh tim peneliti dari Amerika Serikat, Australia, Papua Nugini, dan Inggris melalui jurnal Zootaxa pada Agustus 2026. Identifikasinya dilakukan dengan menggabungkan data temuan lama dan analisis DNA modern.

Pemberian nama itu berawal dari pengalaman Sara Ruane, salah satu peneliti dalam studi tersebut. Guns N’ Roses telah menjadi band favoritnya sejak kecil. Ia juga pernah melihat foto Slash sedang memegang ular piton dalam sebuah majalah reptil.

Slash dipilih bukan hanya karena terkenal sebagai gitaris. Dia diketahui memiliki ketertarikan terhadap ular, museum, kebun binatang, dan sejarah alam. Selama bertahun-tahun, dia juga mempromosikan serta membela keberadaan ular melalui berbagai media.

Secara fisik, L. slashi tidak memiliki warna atau pola mencolok. Punggungnya berwarna cokelat polos kemerahan, sedangkan bagian bawah tubuhnya putih hingga krem. Bentuk kepalanya sederhana dan panjang tubuhnya sekitar 60-70 sentimeter.

Spesimen yang diteliti berasal dari Desa Utai di Provinsi Sanduan dan Tanjung Kalibobo di Provinsi Madang, Papua Nugini. Sebagian spesimen dikumpulkan oleh herpetolog Chris Austin saat melakukan penelitian lapangan pada 2006.

Ular tanah ini aktif pada malam hari. Ia biasanya ditemukan sesaat setelah matahari terbenam di pangkal pohon besar ketika sedang mencari mangsa. Warna tubuh yang menyatu dengan tanah dan kemampuannya bergerak cepat membuatnya sulit diamati di alam.

Pengetahuan mengenai perilaku spesies ini masih terbatas. Namun, ular dalam genus Lielaphis memiliki gigi besar di bagian belakang mulut. Gigi tersebut kemungkinan digunakan untuk menangkap kadal kecil bersisik licin dan memakan telur reptil lain.

Lielaphis slashi tidak berbisa dan tidak mengancam manusia. Meski begitu, pengamat tetap harus berhati-hati karena beberapa ular berbisa di Papua Nugini memiliki penampilan serupa.

Sejauh ini, spesies tersebut diketahui hidup di hutan sekunder yang relatif belum terganggu di sebelah utara pegunungan tengah Papua Nugini. Persebarannya diperkirakan mencakup Provinsi Sanduan, East Sepik, dan Madang. Peneliti menduga ular ini mungkin juga hidup di wilayah Papua, Indonesia, khususnya di utara pegunungan tengah.

Ancaman justru datang dari aktivitas manusia. Pertambangan dan budidaya kopi berpotensi merusak hutan sekunder yang menjadi habitatnya. Meski bukan hutan primer, kawasan tersebut tetap menyediakan ruang hidup penting bagi berbagai spesies endemik. Penemuan Lielaphis slashi menunjukkan bahwa masih banyak kekayaan hayati Papua yang belum dikenali.

Foto utama: Inilah ular jenis baru dari Papua yang diberi nama Lielaphis slashi. Foto: Chris Austin/Zootaxa.

Kredit

Topik

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.