Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Krisis Iklim Tingkatkan Kerentanan Transmisi Listrik 

Krisis Iklim Tingkatkan Kerentanan Transmisi Listrik 

krisis-iklim-tingkatkan-kerentanan-transmisi-listrik 
Krisis Iklim Tingkatkan Kerentanan Transmisi Listrik 
service

Bencana dan krisis iklim turut meningkatkan kerentanan transmisi listrik yang masih bergantung pada energi fosil. Berbagai pihak pun mendorong pemerintah melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan secara konsisten. Deon Arinaldo, Direktur Transformasi Transisi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) mengingatkan pemerintah untuk mempercepat dekarbonisasi dengan mengandalkan energi terbarukan berbasis surya dan angin. “Pembangkit Listrik Tenaga Air juga turut terdampak akibat krisis iklim,”katanya. Salah satu implikasi dari pemanasan global, katanya, adalah turunnya pembangkitan listrik 4-5%. Aktivitas PLTA juga rentan  terganggu lantaran pasokan air yang berkurang akibat krisis iklim. Menurut Deon, ada empat area yang perlu menjadi perhatian untuk mempertahankan keandalan listrik. Pertama, infrastructure resilience yang mencakup ketahanan infrastruktur tenaga listrik terhadap shock dan stres dari cuaca ekstrem. Kedua, sistem yang punya interkoneksi baik. Dengan begitu, ketika terjadi disrupsi, maka blackout tidak meluas. Ketiga, sistem pemulihan cepat.  Keempat, ada kemampuan untuk mengantisipasi potensi-potensi risiko baru, termasuk oleh PLN. Muhammad Ihsan, Analis Energi Terbarukan IESR menyebut jaringan ketenagalistrikan krusial karena harus mengakomodir generasi masa lalu dan baru, yakni,  risiko iklim dan transisi energi. Menghadapi dua kepentingan risiko itu, harus ada peningkatan resiliensi dan juga bauran energi terbarukan. “Makin tinggi jaringan transmisi makin tinggi terpapar risiko iklim, makin menjalar lebih jauh ke daerah-daerah berbeda. Ini risikonya baru banjir dan longsor belum gempa bumi,” katanya dalam diskusi daring bertajuk Kerentanan Aset Tenaga Listrik terhadap Dampak Perubahan Iklim belum lama ini. Ihsan memaparkan, riset internal tentang apa yang terjadi pada blackout di Sumatera. Menurutnya jaringan listrik tengah menghadapi dua kepentingan yaitu risiko…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.