Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kakapo, Burung Nuri Terberat di Dunia yang Hampir Musnah karena Kucing dan Cerpelai

Kakapo, Burung Nuri Terberat di Dunia yang Hampir Musnah karena Kucing dan Cerpelai

kakapo,-burung-nuri-terberat-di-dunia-yang-hampir-musnah-karena-kucing-dan-cerpelai
Kakapo, Burung Nuri Terberat di Dunia yang Hampir Musnah karena Kucing dan Cerpelai
service

Kakapo (Strigops habroptilus) adalah salah satu burung paling unik yang masih bertahan hidup di dunia. Burung asli Selandia Baru ini merupakan satu-satunya jenis burung nuri yang bersifat nokturnal sekaligus tidak bisa terbang, dan tercatat sebagai burung nuri terberat yang pernah ada, dengan bobot dewasa yang bisa mencapai 4 kilogram. Nama kakapo berasal dari bahasa Māori yang berarti “burung nuri malam”, sesuai kebiasaannya yang aktif mencari makan sepanjang malam dan bersembunyi di lantai hutan pada siang hari.Menurut Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), kakapo berstatus kritis terancam punah (critically endangered), kategori tertinggi sebelum sebuah spesies dinyatakan punah di alam liar. Populasi kakapo saat ini hanya bertahan berkat pengelolaan intensif manusia di sejumlah pulau bebas predator, jauh berbeda dari kondisi aslinya ketika burung ini pernah tersebar luas di seluruh daratan Selandia Baru. Fakta dan Keunikan Biologi Kakapo Karena tidak bisa terbang, kakapo mengandalkan kaki yang kuat untuk berjalan jauh dan memanjat pohon, lalu meluncur turun dengan bantuan sayapnya yang pendek layaknya parasut. Bulunya berwarna hijau lumut berbintik kuning dan cokelat, corak yang berfungsi sebagai kamuflase sempurna di lantai hutan Selandia Baru pada masa ketika predator alaminya hanya berupa burung pemangsa dari udara. Kakapo juga memiliki wajah menyerupai burung hantu lengkap dengan kumis sensorik di sekitar paruh, sehingga kadang dijuluki owl parrot. Indra penciumannya termasuk yang paling tajam di antara jenis burung, kemampuan yang digunakan untuk melacak sumber pangan di kegelapan malam. Kakapo termasuk burung dengan usia hidup terpanjang di dunia. Umurnya diperkirakan bisa mencapai 60 hingga 80 tahun, jauh melampaui…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.