Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jelajah Meratus: Berkunjung ke Juhu, Desa Surga Flora Fauna [2]

Jelajah Meratus: Berkunjung ke Juhu, Desa Surga Flora Fauna [2]

jelajah-meratus:-berkunjung-ke-juhu,-desa-surga-flora-fauna-[2]
Jelajah Meratus: Berkunjung ke Juhu, Desa Surga Flora Fauna [2]
service

Setelah menempuh perjalanan dua hari, tim tiba di Desa Juhu, tertinggi di Pegunungan Meratus. Di sana, kami ke rumah Pinan, warga lokal sekaligus pemandu, dan terkesima dengan aneka buah-buahan yang memenuhi ruang tamunya. Dia bilang, desa mereka jadi satu-satunya lokasi di Meratus yang menghasilkan buah-buahan. Padahal, akhir Juli 2026, sebagian besar wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang musim kemarau parah. “Di tempat lain tidak ada yang berbuah. Hanya disini yang ada, aneh juga,” katanya, heran. Pinan jelaskan nama lokal buah itu satu persatu. Mulai dari yang cukup terkenal hingga jenis yang mulai langka dan hanya tumbuh di pedalaman hutan. Salah satunya kapul atau tampui (Baccaurea macrocarpa). Buah eksotis ini masih berkerabat dengan menteng, rambai, dan manggis. Ada juga kulidang atau keledang (Artocarpus lanceifolius), dari keluarga Moraceae atau nangka-nangkaan. Buah ini berkerabat dengan mentawa, kluwih, pintau, cempedak, sukun, selanking, benda, dan nangka. Kata Pinan, buah kulidang kini makin jarang warga temukan seiring berkurangnya hutan alami. “Ini tidak ada di Banua (sebutan bagi wilayah hulu Banjar), kan?” Keledang mulai langka di berbagai wilayah di Borneo. Buah ini memiliki banyak nama lokal, antara lain bangsal, binturung, bunon, kayu dadak, emputu, kakian, sedah, dan tempunang. Durian menjadi salah satu yang paling melimpah ketika kami tiba di Juhu. Buah berduri itu berjatuhan dari pohonnya di jalur perjalanan. “Durian kita, kah ini, Abah?” tanya Ayyub Muhajad, dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat. Bagi masyarakat setempat, buah itu sudah menjadi bagian dari keseharian dan kami pun bisa makan sepuasnya. “Banyak durian…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.