Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Dari Buruh Serabutan ke Ekowisata, Mencari Penghidupan Baru di Hulu Ciliwung

Dari Buruh Serabutan ke Ekowisata, Mencari Penghidupan Baru di Hulu Ciliwung

dari-buruh-serabutan-ke-ekowisata,-mencari-penghidupan-baru-di-hulu-ciliwung
Dari Buruh Serabutan ke Ekowisata, Mencari Penghidupan Baru di Hulu Ciliwung
service

Pagi itu, dua pacet menempel di pergelangan tangan Erlan. Pemuda 24 tahun asal Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu tampaknya tidak terlalu terganggu. Ia sedang sibuk menyusuri tepian aliran sungai. Sesekali pandangannya tertuju ke lantai hutan, mencari dan memetakan keberadaan ki aksara atau anggrek permata (jewel orchid). Tanaman itu sebelumnya asing bagi Erlan. Dua tahun lalu, ia bahkan belum membayangkan bakal bekerja keluar-masuk hutan. Ketika itu, ia baru pulang ke kampung setelah mencoba mengadu nasib di Jakarta sebagai buruh serabutan. Kini kesehariannya berubah setelah bekerja sebagai pekerja harian EIGER Nature. “Sudah satu tahun bekerja di sini,” katanya. Sebagai pekerja harian, ia mendapat upah sekitar Rp100 ribu per hari. EIGER Nature merupakan kawasan yang tengah dikembangkan dengan konsep ekowisata di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan areal PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Kebun Gunung Mas. Pada tahap awal, EIGER Nature menyebut telah mempekerjakan lebih dari 500 orang warga lokal, termasuk Erlan. Meski sebelumnya tak banyak mengenal hutan, pekerjaan Erlan kini justru lekat dengan kegiatan konservasi dan ekologi. Bersama timnya, ia ikut memonitor kawasan, memetakan jalur, mengecek keberadaan satwa, dan menandai titik-titik yang kelak dapat digunakan untuk interpretasi habitat. Hutan perlahan menjadi ruang belajar baru baginya. “Gigitan pacet ini bagian dari menyerap pengetahuan baru soal hutan,” ujarnya sambil mencabut pacet dari tangannya. Foto udara kawasan Eiger Nature di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Foto: Donny Iqbal/ Mongabay Indonesia Pilihan Kerja yang Menyempit Bagi sebagian warga Sukagalih, hadirnya pekerjaan baru menjadi berarti ketika pilihan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.