Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India, Jejak Perdagangan Lintas Negara Mengarah ke Indonesia?

Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India, Jejak Perdagangan Lintas Negara Mengarah ke Indonesia?

lima-bayi-orangutan-ditemukan-di-india,-jejak-perdagangan-lintas-negara-mengarah-ke-indonesia?
Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India, Jejak Perdagangan Lintas Negara Mengarah ke Indonesia?
service

Lima bayi orangutan ditemukan di sebuah kawasan hutan di Distrik Balasore, Odisha, India, Selasa (8/9/26). India merupakan negara yang tidak memiliki populasi orangutan liar. Sebagaimana diberitakan The Indian Express pada Rabu (9/9/26), awalnya warga mengira satwa tersebut jenis monyet langka. Setelah petugas kehutanan tiba, mereka memastikan kelimanya adalah orangutan. Prateek Indalkar, Balasore Divisional Forest Officer (DFO), mengatakan kelimanya terdiri dua betina dan tiga jantan yang diperkirakan berusia kurang satu tahun. Setelah menjalani pemeriksaan, kelima orangutan dipindahkan ke Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar. Pemerintah Odisha meminta Wildlife Crime Control Bureau (WCCB) menyelidiki asal-usul orangutan tersebut. Prem Kumar Jha, Kepala Konservator Satwa Liar Odisha, mengatakan orangutan menjadi bagian perdagangan satwa eksotis yang dipelihara ilegal di sejumlah negara. Penyidik akan menelusuri apakah satwa tersebut dijual ke pembeli di India, atau hanya transit sebelum dikirim ke negara lain. Bayi orangutan sumatera ini dirawat di Sumatera Rescue Alliance Primate (SRA), Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Bayi ini merupakan korban perdagangan ilegal satwa liar. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia. M. Indra Kurnia, Direktur Konservasi Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), mengatakan munculnya orangutan di negara yang tidak memiliki populasi alami, harus dilihat sebagai persoalan perdagangan satwa liar lintas negara. “Kita tidak boleh hanya melihatnya sebagai kasus lokal di negara tempat satwa tersebut ditemukan,” ujarnya, Rabu (9/9/26). Jika dugaan perdagangan ilegal terbukti, kasus Odisha memperlihatkan perdagangan orangutan dilakukan melalui rantai yang panjang. “Ini dimulai dari perburuan di alam, pemisahan bayi dari induk, pengangkutan melalui sejumlah wilayah, hingga dijual atau dipelihara sebagai satwa eksotik.” Pemisahan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.