Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kondisi kesehatan gigi nenek moyang kita ribuan tahun lalu, jauh sebelum pasta gigi ber-fluoride dan dokter gigi moderen ada? Sebuah penelitian terbaru berhasil mengungkap fenomena unik kesehatan mulut nenek moyang masyarakat Papua. Meskipun hidup ribuan tahun sebelum penemuan pasta gigi moderen, masyarakat prasejarah di wilayah dataran rendah Papua ternyata memiliki ketahanan luar biasa terhadap gigi berlubang (karies). Namun, perlindungan ini dibayar harga mahal, yakni kerusakan struktur gigi yang disebut fluorosis dental. Penelitian yang dipimpin Marlin Tolla dari Pusat Riset Arkeometri Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini, diterbitkan di Bulletin of the International Association for Paleodontology, dengan meneliti sisa-sisa gigi manusia prasejarah dari lima situs arkeologi di Papua. Wilayahnya adalah Srobu, Mamorikotey, Namatota, Karas, dan Yomokho. Fosil-fosil gigi tersebut diperkirakan berasal dari periode Holosen, antara 3.400 hingga 1.100 tahun lalu. Tim peneliti menganalisis 73 gigi dari 55 individu menggunakan mikroskop khusus. Hasilnya menunjukkan sebuah analisis kesehatan menarik. Di satu sisi, gigi-gigi tersebut mengalami fluorosis tingkat tinggi, yakni suatu kondisi enamel gigi mengalami perubahan warna menjadi putih kapur hingga kecokelatan akibat kelebihan asupan fluorida. Namun, di sisi lain, gigi berlubang justru sangat jarang ditemukan. “Temuan ini menunjukkan korelasi terbalik potensial, yaitu keparahan fluorosis yang meningkat cenderung diikuti penurunan karies,” ungkap Marlin dalam jurnalnya. Artinya, meskipun tampilan gigi mereka mungkin memiliki bercak cokelat atau lubang kecil akibat fluorosis parah, namun struktur giginya justru terlindungi dari serangan bakteri penyebab gigi berlubang. Gigi manusia prasejarah Papua. Foto: Dok. Marlin Tolla/BRIN Rahasia ketahanan gigi ini terletak pada kondisi geologis tanah Papua.…This article was originally published on Mongabay
Penelitian Terbaru Ungkap Gigi Manusia Prasejarah Papua
Penelitian Terbaru Ungkap Gigi Manusia Prasejarah Papua





Comments are closed.