Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Siput Jerapah, Jago Kamuflase di Hutan Pegunungan Jawa

Ular Siput Jerapah, Jago Kamuflase di Hutan Pegunungan Jawa

ular-siput-jerapah,-jago-kamuflase-di-hutan-pegunungan-jawa
Ular Siput Jerapah, Jago Kamuflase di Hutan Pegunungan Jawa
service

Apa makna kehadiran ular dengan relung ekologi sempit terhadap kesehatan ekosistem hutan pegunungan? Ular siput jerapah, spesies pemakan siput dengan habitat terbatas, merefleksikan kondisi lingkungan yang lembap dan relatif utuh. Keberadaannya menandakan baiknya kondisi mikrohabitat di lantai hutan -mulai serasah tebal hingga mangsa bercangkang- yang hanya bisa dipertahankan pada hutan pegunungan dengan tingkat gangguan rendah. Indikasi ekologis ini terkonfirmasi melalui pendokumentasian lapangan yang dilakukan Leonardus Adi Saktyari (29), peneliti keanekaragaman hayati dari Mandala Katalika (Manka), di lereng selatan Gunung Slamet, Jawa Tengah. “Spesies ini sangat bergantung pada mikrohabitat hutan. Jika kondisi lantai hutan terganggu, keberadaanya terancam,” katanya, Senin (5/1/2026). Dalam observasi malam hari pascahujan deras, Leonardus menemukan jenis ini di pinggiran jalur hutan rimbun. Perjumpaan singkat ini jadi catatan penting, mengingat keberadaannya jarang teramati dan minim terdokumentasi di Pulau Jawa yang padat penduduk. Kondisi hutan saat itu dingin, dengan tanah basah akibat hujan deras yang turun sebelumnya. Sekitar pukul delapan hingga sembilan malam, di tengah jalur observasi, dia melihat sesuatu yang nyaris mencolok. Di antara serasah daun dan ranting, tampak sosok mirip kayu kering. Saat diamati lebih dekat, ternyata seekor ular kecil dengan pola tubuh samar. “Secara morfologi mirip kayu kering. Jika tak teliti, akan terlewat.” Ular siput jerapah yang jago kamuflase di lantai hutan. Foto: Dok. Leonardus Adi Saktyari Tidak agresif Ular ini tidak agresif. Diam, seolah menyatu dengan lingkungan. Strategi kamuflase tersebut merupakan adaptasi penting bagi spesies yang hidup di lantai hutan dan aktif malam hari. Selama awal terjun di dunia tele-fotografi satwa dan observasi herpetologi, Leonardus  kerap…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.