Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. NU Dorong Pendekatan Keagamaan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

NU Dorong Pendekatan Keagamaan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

nu-dorong-pendekatan-keagamaan-dalam-upaya-pelestarian-lingkungan
NU Dorong Pendekatan Keagamaan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan
service

Mubadalah.id – Nahdlatul Ulama (NU) menilai bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak. Organisasi ini menekankan pentingnya pendekatan keagamaan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap krisis ekologis.

NU berpandangan bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Prinsip ini menempatkan manusia bukan sebagai penguasa alam, melainkan sebagai penjaga yang harus merawat dan melindungi lingkungan.

Pembahasan isu lingkungan dalam berbagai forum resmi NU menunjukkan keseriusan organisasi dalam menanggapi persoalan tersebut. Selain menjadi wacana, nilai-nilai ini juga mereka dorong untuk diterapkan dalam praktik sehari-hari warga Nahdliyin.

Para ulama menilai bahwa kerusakan alam yang terjadi saat ini merupakan hasil dari pola konsumsi yang tidak berkelanjutan. Oleh sebab itu, perubahan perilaku masyarakat lebih penting daripada sekadar regulasi.

NU juga menyoroti bahwa dampak kerusakan lingkungan sering kali paling dirasakan oleh kelompok rentan, termasuk masyarakat miskin di pedesaan. Bahkan bencana ekologis memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi.

Pendekatan berbasis nilai keagamaan menjadi paling efektif karena mampu menyentuh aspek moral dan spiritual masyarakat. Pesan-pesan pelestarian alam tidak hanya mereka pahami sebagai kewajiban sosial, tetapi juga sebagai ibadah.

Dengan jaringan pesantren dan komunitas yang luas, NU memiliki potensi besar untuk menyebarkan kesadaran lingkungan hingga ke tingkat akar rumput. Upaya ini mampu menciptakan perubahan jangka panjang.

NU menegaskan bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kewajiban kolektif seluruh umat manusia.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.