Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

munas-nu-2019-bahas-sampah-plastik-dan-krisis-air-sebagai-ancaman-serius
Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius
service

Mubadalah.id – Isu kerusakan lingkungan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) 2019. Forum tertinggi organisasi setelah Muktamar ini menyoroti berbagai persoalan ekologis yang dinilai semakin mengancam kehidupan masyarakat.

Dalam Munas NU tersebut, sejumlah isu lingkungan yang dibahas meliputi persoalan sampah plastik, penggunaan air minum dalam kemasan, serta ancaman kekeringan di berbagai wilayah. Ketiga isu ini memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan hidup masyarakat.

Sampah plastik, khususnya dari kemasan air minum, menjadi salah satu jenis sampah yang jumlahnya paling masif. Tanpa mekanisme pembatasan produksi dan konsumsi, limbah plastik berpotensi menjadi sumber bencana ekologis.

“Jika tidak kita kendalikan, sampah plastik bisa menciptakan krisis baru, mulai dari pencemaran tanah hingga laut.”

Selain persoalan sampah, krisis air juga menjadi perhatian serius. Kekeringan yang terjadi di berbagai daerah membuat masyarakat kesulitan mendapatkan akses air bersih. Air menjadi sumber kehidupan yang tidak tergantikan.

Para ulama menilai bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis nilai keagamaan menjadi penting untuk membangun kesadaran kolektif.

NU menegaskan bahwa isu lingkungan harus mereka pahami sebagai persoalan moral dan spiritual, bukan sekadar teknis. Pembahasan dalam Munas ini dapat menjadi rujukan bagi warga Nahdliyin dalam bersikap terhadap persoalan lingkungan.

Melalui forum tersebut, NU menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.