Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Ngaji Ihya, Mustasyar PBNU KH Idris Hamid Ajak Umat Islam Teladani Petani

Ngaji Ihya, Mustasyar PBNU KH Idris Hamid Ajak Umat Islam Teladani Petani

ngaji-ihya,-mustasyar-pbnu-kh-idris-hamid-ajak-umat-islam-teladani-petani
Ngaji Ihya, Mustasyar PBNU KH Idris Hamid Ajak Umat Islam Teladani Petani
service

Pasuruan, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Idris Hamid mengajak umat Islam meneladani filosofi hidup para petani dalam menjalani kehidupan dan menata amal. 

Menurutnya, segala sesuatu yang ditanam manusia selama hidup di dunia akan menentukan hasil yang kelak dipanen di akhirat.

Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi pengajian Ngaji Ihya Ulumuddin di Pondok Pesantren Salafiyah, Kota Pasuruan, sebagaimana dikutip NU Online Jatim .

Dalam penjelasannya, Kiai Idris menyampaikan bahwa kehidupan manusia dapat diibaratkan seperti ladang pertanian. Ia menyebut hati ibarat tanah, iman sebagai benih, dan amal sebagai proses merawat tanaman hingga masa panen tiba.

“Hati ini seperti tanah, dan iman seperti biji-bijian. Jika bijinya bagus maka hasilnya bagus. Namun jika benihnya jelek, maka panennya juga jelek,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan selalu berlaku hukum sebab-akibat. Segala sesuatu yang dilakukan manusia di dunia akan berbanding lurus dengan hasil yang diterima kelak.

“Filosofi hidup itu seperti bertani, ada sebab dan akibat. Jika sebabnya baik, akibatnya baik. Jika sebabnya jelek, akibatnya juga jelek,” ungkapnya.

Menurut Kiai Idris, seorang petani tidak pernah berharap mendapatkan hasil panen yang baik jika sejak awal menanam benih yang rusak dan enggan merawat tanamannya. Prinsip yang sama juga berlaku dalam kehidupan manusia.

Ia menambahkan, seseorang tidak akan memperoleh kebahagiaan di akhirat apabila selama hidup di dunia gemar melakukan kemaksiatan dan mengabaikan amal kebaikan. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus memperbaiki iman dan amalnya.

“Maka mari kita lakukan yang baik-baik di dunia agar panennya di akhirat juga bagus,” tegasnya.

Baca selengkapnya di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.