Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Inilah Alasan Mengapa Manusia Memburu dan Memakan Gajah di Zaman Purba

Inilah Alasan Mengapa Manusia Memburu dan Memakan Gajah di Zaman Purba

inilah-alasan-mengapa-manusia-memburu-dan-memakan-gajah-di-zaman-purba
Inilah Alasan Mengapa Manusia Memburu dan Memakan Gajah di Zaman Purba
service

Selama berpuluh-puluh tahun, para ilmuwan terjebak dalam perdebatan sengit mengenai pola makanan manusia purba. Apakah nenek moyang kita benar-benar pemburu yang tangguh atau sekadar pemulung yang menunggu sisa makanan predator lain. Penemuan tulang hewan raksasa di situs arkeologi seringkali dianggap sebagai kebetulan alam. Namun, penelitian terbaru dari Ngarai Olduvai di Tanzania memberikan bukti kuat bahwa manusia purba tidak sekadar memungut sisa. Situs Emiliano Aguirre Korongo menunjukkan bahwa hampir 1,8 juta tahun lalu, manusia telah melakukan praktik jagal terhadap gajah secara terorganisir. Nutrisi di Balik Tulang yang Keras Temuan ini mengungkapkan bahwa interaksi manusia dengan megafauna adalah strategi bertahan hidup yang direncanakan dengan matang. Di lokasi tersebut, para peneliti menemukan kerangka gajah muda yang dikelilingi oleh alat-alat batu yang masih tajam. Melalui analisis spasial yang canggih, tim peneliti menyimpulkan bahwa distribusi alat batu tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Hal tersebut merupakan bukti aktivitas manusia purba yang intensif untuk mengolah karkas gajah di tempat tersebut. Fenomena ini menandai pergeseran perilaku yang signifikan. Manusia berubah menjadi predator yang mampu mengeksploitasi sumber makanan terbesar di daratan sejak jaman purba. Manusia purba di jaman dulu memiliki kecerdasan teknologi untuk membentuk alat batu dan tulang gajah dengan teknik serupa demi menciptakan ujung yang runcing. | https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2025.08.28.672811v3.full Salah satu alasan mengapa aktivitas memburu gajah sulit dibuktikan sebelumnya adalah jarangnya ditemukan bekas sayatan pada tulang. Namun, para peneliti menjelaskan bahwa untuk hewan sebesar gajah, pembersihan daging dalam jumlah besar seringkali tidak meninggalkan bekas pada tulang. Bukti yang paling kuat justru ditemukan pada pola retakan tulang hijau. Tulang gajah yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.