Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Membangun Relasi Adil antara Manusia dan Alam

Membangun Relasi Adil antara Manusia dan Alam

membangun-relasi-adil-antara-manusia-dan-alam
Membangun Relasi Adil antara Manusia dan Alam
service

Mubadalah.id – Dalam berbagai diskusi dan musyawarahnya, KUPI juga menaruh perhatian pada relasi antara perempuan, manusia, dan alam. Para peserta kongres menilai bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari isu kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam sejumlah pandangan budaya, perempuan dan bumi sering kali kita posisikan sebagai sumber kehidupan dan perawatan.

Di berbagai belahan dunia, bumi bahkan disebut sebagai “ibu”, yang menggambarkan relasi manusia sebagai anak yang diasuh oleh alam.

Konsep ini dipandang relevan untuk membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan. Alam tidak boleh menjadi objek eksploitasi, melainkan sebagai entitas yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

Para ulama perempuan KUPI menilai bahwa relasi manusia dengan alam seharusnya berdasarkan pada prinsip kasih sayang, tanggung jawab, dan keberlanjutan. Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran Islam tentang amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

Menurut mereka, kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan etika dan spiritual. Eksploitasi berlebihan, konsumsi yang tidak terkendali, serta pengabaian terhadap kelompok rentan merupakan bagian dari krisis tersebut.

Dalam berbagai forum, KUPI mendorong agar masyarakat membangun kembali hubungan yang lebih adil dengan alam. Hal ini termasuk mengubah cara pandang dari sekadar pemanfaatan menjadi perawatan dan perlindungan.

Pendekatan ini juga menekankan pentingnya menjaga dan merawatnya. Sebab, manusia memiliki kewajiban moral untuk tidak merusak sumber kehidupan yang telah memberikan banyak manfaat.

Para pengamat menyebut bahwa perspektif ini memberikan warna baru dalam diskursus lingkungan di Indonesia. Isu ekologis tidak hanya mereka bahas dari sisi kebijakan, tetapi juga dari sisi etika keagamaan.

Dengan demikian, KUPI tidak hanya menjadi ruang perjuangan keadilan gender, tetapi juga wadah refleksi tentang tanggung jawab manusia terhadap alam semesta.

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesantren.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.