Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ade Putri Berharap Cita Rasa Kuliner Indonesia Tidak Luntur di 2045

Ade Putri Berharap Cita Rasa Kuliner Indonesia Tidak Luntur di 2045

ade-putri-berharap-cita-rasa-kuliner-indonesia-tidak-luntur-di-2045
Ade Putri Berharap Cita Rasa Kuliner Indonesia Tidak Luntur di 2045
service

23 Maret 2026 21.00 WIB • 2 menit

Ade Putri Berharap Cita Rasa Kuliner Indonesia Tidak Luntur di 2045


Ade Putri Paramadita adalah seorang petualang rasa, kurator kuliner, dan pencerita makanan (food storyteller) asal Indonesia. Namanya mulai dikenal publik lewat kecintaannya yang mendalam terhadap kekayaan pangan lokal. Berbeda dengan kritikus makanan yang fokus pada penilaian rasa, Ade lebih memilih untuk menggali cerita di balik dapur.

Sebelum mendedikasikan dirinya di dunia kuliner, Ade Putri memiliki latar belakang yang kuat di dunia penyiaran. Suaranya yang khas pernah menghiasi gelombang radio (seperti Prambors), yang mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun narasi. Kemampuan storytelling inilah yang kemudian ia bawa ke dunia kuliner, menjadikan setiap ulasan makanannya terasa sangat hidup dan personal.

Istilah food storyteller yang disandang Ade Putri bukan sekadar gelar keren di media sosial. Ia menjalankan peran sebagai jembatan antara petani, produsen bahan pangan lokal, juru masak tradisional, dengan konsumen modern.

Bahasa Cinta

Ade semakin giat membangun jati dirinya sebagai pencerita makanan sejak 2012. Saat itu ia diajak pakar kuliner William Wongso untuk lebih dekat dengan kuliner khas Indonesia yang memberinya pengatahuan dari segi tradisi hingga budaya.

“Waktu itu ada perkumpulan namanya Aku Cinta Makanan Indonesia. Mulai ikutan di sana terus kayak mulailah terpapar lebih banyak lagi makanan-makanan Indonesia. Aku si yang paling sering makan masakan Indonesia ngerasa, ‘pengetahuan gue tentang masakan Indonesia ternyata dikit banget ya’. Masih banyak hal yang aku sama sekali enggak tahu,” ucap Ade kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Sudah bertahun-tahun Ade menyandang predikat pencinta makanan dan internet membuatnya semakin dikenal. Ia berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya di Indonesia untuk menggali kisah dari masyarakat lokal yang memasak kuliner daerahnya.

Dari banyaknya penjelajahan, Ade kerap menjumpai satu kesamaan dari orang Indonesia yaitu keramahtamahan dalam urusan menyuguhkan makanan. Menurutnya lewat makanan lah orang Indonesia memperlihatkan kecintaan dan keakraban bahkan untuk orang yang baru saja dijumpai.

“Bahasa cinta orang Indonesia adalah makanan. Ditanya pasti kan, ‘sudah makan?’. Sebisa mungkin dengan apa adanya yang tersaji di meja makan. Di situlah sebenarnya harusnya kita mengapresiasi lagi-lagi terlepas cocok atau enggak sama selera kita untuk membuat mereka percaya diri sama resepnya,” ujar mantan penyiar FeMale Radio Jakarta tersebut.

Cita Rasa yang Tak Luntur

Indonesia tak lama lagi menatap tahun 2045. Pada usia ke-100 nanti, banyak mimpi yang diharapkan terwujud oleh orang Indonesia termasuk dari Ade Putri.

Bagi Ade yang berkecimpung di dunia kuliner tentu harapannya tidak jauh-jauh dari kecintaannya terhadap masakan Indonesia. Ia berharap pada masa itu cita rasa kuliner nusantara tetap terjaga dan tiap kisah proses pembuatan masakan tetap diwariskan ke generasi penerus.

“Kita sebagai negara yang mendapatkan banyak sekali pengaruh asing tetap bisa menerima urusan makanan, menerima cita rasa, atau proses-proses yang berbeda. Jangan sampai lupa sama akrnya. Justru ketika ada yang masuk kita bisa menyerap juga mengembalikan cerita keluar bahwa ini yang sebenarnya kita punya,” ungkap Ade.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.