Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Affiliate Shopee vs Affiliate TikTok: Mana yang Lebih Cuan di 2026?

Affiliate Shopee vs Affiliate TikTok: Mana yang Lebih Cuan di 2026?

service

Dunia affiliate marketing semakin ramai di Indonesia. Dua platform yang paling sering dibandingkan saat ini adalah Shopee Affiliate Program dan TikTok Shop Affiliate. Keduanya sama-sama menawarkan peluang menghasilkan uang dari promosi produk, tetapi cara kerja, algoritma, dan potensi penghasilannya punya perbedaan besar.

Banyak content creator pemula bingung harus mulai dari mana. Ada yang merasa Shopee lebih stabil, sementara yang lain menilai TikTok lebih cepat viral. Jadi sebenarnya mana yang lebih menguntungkan?

Shopee Affiliate: Kuat di Niat Belanja

Keunggulan terbesar Shopee Affiliate adalah perilaku pengguna. Orang yang membuka aplikasi Shopee biasanya memang sudah punya niat membeli barang. Artinya, peluang konversi penjualan cenderung lebih tinggi.

Affiliate Shopee cocok untuk orang yang fokus membuat konten review produk, rekomendasi barang murah, atau konten “racun belanja”. Bahkan tanpa wajah sekalipun, banyak akun bisa menghasilkan komisi hanya dari video slideshow dan voice over sederhana.

Selain itu, Shopee punya kekuatan besar di promo. Gratis ongkir, cashback, flash sale, dan voucher membuat pengguna lebih mudah checkout. Faktor ini sangat membantu affiliate meningkatkan penjualan.

Namun kelemahannya, persaingan di Shopee Affiliate sudah sangat padat. Banyak niche produk yang terlalu ramai sehingga sulit bagi kreator baru untuk menonjol.

TikTok Affiliate: Viral Bisa Mengubah Segalanya

Berbeda dengan Shopee, kekuatan utama TikTok ada pada algoritma distribusi kontennya. Bahkan akun baru tetap punya peluang viral jika videonya menarik.

Inilah alasan TikTok Affiliate terasa lebih “meledak”. Satu video yang masuk FYP bisa menghasilkan jutaan views dan penjualan besar dalam waktu singkat.

TikTok juga lebih kuat dalam menciptakan impulse buying atau pembelian spontan. Orang yang awalnya hanya scrolling hiburan bisa tiba-tiba membeli barang setelah melihat konten menarik.

Karena itu, TikTok Affiliate sangat cocok untuk kreator yang jago storytelling, membuat video singkat yang engaging, dan memahami tren konten viral.

Namun ada tantangan besar: konsistensi. Konten TikTok cepat tenggelam jika tidak terus upload. Selain itu, perubahan algoritma bisa membuat views turun drastis sewaktu-waktu.

Mana yang Lebih Mudah untuk Pemula?

Jika berbicara soal kemudahan, TikTok sering terasa lebih cepat memberikan traffic gratis. Konten akun kecil masih punya peluang naik tanpa follower besar.

Sementara di Shopee, trafik lebih banyak bergantung pada optimasi produk dan kemampuan memanfaatkan momentum promo.

Namun dari sisi stabilitas, Shopee sering dianggap lebih aman untuk jangka panjang. Orang tetap datang ke platform itu untuk belanja, sedangkan TikTok sangat dipengaruhi tren dan algoritma.

Banyak affiliate berpengalaman akhirnya menggunakan keduanya sekaligus: TikTok untuk menarik perhatian, lalu Shopee untuk memperkuat konversi penjualan.

Komisi dan Potensi Penghasilan

Secara umum, potensi penghasilan di kedua platform sangat bergantung pada niche produk dan kemampuan membuat konten.

Produk viral murah biasanya lebih cepat laku di TikTok. Sementara produk dengan niat beli tinggi sering lebih stabil di Shopee.

Beberapa kreator bahkan menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan hanya dari affiliate. Namun realitanya, sebagian besar pemula gagal bukan karena platformnya jelek, melainkan karena tidak konsisten membuat konten.

Affiliate marketing sekarang bukan sekadar membagikan link. Kreator harus memahami psikologi penonton, copywriting, visual video, dan pola algoritma.

Jadi Pilih yang Mana?

Kalau suka membuat konten cepat, mengikuti tren, dan mengejar viralitas, TikTok Affiliate bisa menjadi pilihan menarik. Namun jika ingin bermain lebih stabil dengan audience yang memang siap belanja, Shopee Affiliate punya keunggulan tersendiri.

Yang paling penting sebenarnya bukan memilih platform terbaik, melainkan kemampuan membangun konten yang membuat orang percaya dan tertarik membeli.

Karena di era sekarang, yang paling cuan bukan sekadar penjual produk, tetapi orang yang mampu memengaruhi keputusan belanja audiensnya.

DOWNLOAD GRATIS sekarang juga !!

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.