Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Air Telaga Merdada Kritis Diterjang El Nino Godzilla

Air Telaga Merdada Kritis Diterjang El Nino Godzilla

air-telaga-merdada-kritis-diterjang-el-nino-godzilla
Air Telaga Merdada Kritis Diterjang El Nino Godzilla
service

Suhu udara 10 derajat Celcius, tidak menyurutkan para petani mendatangi Telaga Merdada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Telaga seluas 25 hektar itu diapit Bukit Pangonan dan Bukit Semurup, menjadi tumpuan petani saat kemarau. Tahun ini ketika El Nino Godzilla menerjang, mereka mulai khawatir karena volume airnya berkurang. Setiap hari, ribuan liter air dari telaga ini dialirkan ke areal pertanian di dataran tinggi Dieng. “Ini satu-satunya harapan kami untuk menyelamatkan tanaman kentang,” kata Zaenuri (45), petani asal Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Minggu (16/8/26). Selain Zaenuri, masih ada 200 petani dari tiga desa yakni Karangtengah, Butuh, dan Bakal yang menggantungkan irigasi dari Telaga Merdada. “Setiap pagi, saya datang ke sini.” Air diperlukan karena sumber pengairan untuk lahan pertaniannya mulai mengering. Sudah dua bulan, dia menyedot air dari Telaga Merdada. Untuk lahan kentang sekitar 2.500 meter persegi, Zaenuri mengoperasikan pompa yang membutuhkan tujuh liter pertalite per hari. Harga per liter sekitar Rp11.000. “Sepertinya, air telaga hanya cukup dua bulan mendatang.” Hanif (41), petani Desa Buntu, juga telah menggunakan pompa selama sekitar dua bulan. Tanpa penyedotan air, tanaman kentang berisiko kekurangan air. “Kebutuhan air tidak bisa ditunda. Kentang harus mendapat pasokan berkala agar produktivitas tidak turun sebelum panen,” jelasnya, Minggu (16/8/26). Telaga Merdada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, yang airnya berkurang drastis akibat kemarau. Foto: L Darmawan/Mongabay Indonesia. Farid (44), petani Karangtengah, mulai memanfaatkan air Telaga Merdada sejak Mei. Dia menggunakan tiga mesin pompa untuk mengairi lahannya seluas satu hektar. “Semoga musim kering segera berakhir karena penurunan permukaan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.