Para kader Aisyiyah, organisasi perempuan Muhammadiyah, berhasil mengembangkan pengelolaan sampah sampai energi surya berbasis komunitas. Terobosan ini pun melibatkan banyak perempuan. Di Banten, Desty Eka Putri Sari bersama Sampah Digital Banten memiliki 315 bank sampah tersebar di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Awal gerakannya bermula dari rukun tetangga (RT) tempat tinggalnya, pada 2020. “Sampah turut menyumbang emisi karbon apalagi jika tidak dikelola dengan baik,” katanya menerangkan motivasinya. Platform yang dia kembangkan itu mencatat, mendistribusi, dan mengelola sampah secara digital. Sehingga, pengendalian emisinya optimal dari hulu ke hilir. Dia sebutkan, dengan memaksimalkan pengelolaan sampah organik di unit terkecil, sampah tidak menumpuk di TPA. Tumpukan sampah organik di TPA membusuk secara anaerob atau tanpa oksigen, yang menghasilkan gas metana lebih besar. Padahal, gas ini merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat menangkap panas atmosfer ketimbang karbon dioksida, sehingga memicu krisis iklim lebih jauh. Dia bilang, total relawan yang terlibat dalam gerakan ini sekitar 6.800 orang, dengan 98% perempuan. Partisipasi ini, menurutnya, efektif dalam mengatasi masalah sampah, sebab, ibu rumah tangga memiliki peran yang signifikan. Hasil surveynya mendukung hipotesa itu. “Sebelum memulai platform ini, saya bikin survei kecil-kecilan yang menyasar 100 rumah di lingkup RT tempat tinggal saya. Perempuan terutama ibu rumah tangga jadi pihak yang paling terganggu dengan masalah sampah, mereka juga bersedia berpartisipasi,” katanya. Saat itu, solusi masalah yang ada hanya menaruh sampah di lahan kosong lalu membakarnya. Bukannya menyasar akar masalah, cara itu justru menimbulkan polusi udara akibat asap pembakaran, juga menambah emisi karbon. Sampah pun masih banyak…This article was originally published on Mongabay
Aksi Para Perempuan dari Kelola Ratusan Bank Sampah sampai Kembangkan Energi Surya
Aksi Para Perempuan dari Kelola Ratusan Bank Sampah sampai Kembangkan Energi Surya





Comments are closed.