Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Aksi Para Perempuan dari Kelola Ratusan Bank Sampah sampai Kembangkan Energi Surya

Aksi Para Perempuan dari Kelola Ratusan Bank Sampah sampai Kembangkan Energi Surya

aksi-para-perempuan-dari-kelola-ratusan-bank-sampah-sampai-kembangkan-energi-surya
Aksi Para Perempuan dari Kelola Ratusan Bank Sampah sampai Kembangkan Energi Surya
service

Para kader Aisyiyah, organisasi perempuan Muhammadiyah, berhasil mengembangkan pengelolaan sampah sampai energi surya berbasis komunitas. Terobosan ini pun melibatkan banyak perempuan. Di Banten, Desty Eka Putri Sari bersama Sampah Digital Banten memiliki 315 bank sampah tersebar di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Awal gerakannya bermula dari rukun tetangga (RT)  tempat tinggalnya, pada 2020. “Sampah turut menyumbang emisi karbon apalagi jika tidak dikelola dengan baik,” katanya  menerangkan motivasinya. Platform yang dia kembangkan itu mencatat, mendistribusi, dan mengelola sampah secara digital. Sehingga, pengendalian emisinya optimal dari hulu ke hilir. Dia sebutkan, dengan memaksimalkan pengelolaan sampah organik di unit terkecil, sampah tidak menumpuk di TPA. Tumpukan sampah organik di TPA membusuk secara anaerob atau tanpa oksigen, yang menghasilkan gas metana lebih besar. Padahal, gas ini merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat menangkap panas atmosfer ketimbang karbon dioksida, sehingga memicu krisis iklim lebih jauh. Dia bilang, total relawan yang terlibat dalam gerakan ini sekitar 6.800 orang, dengan 98% perempuan. Partisipasi ini, menurutnya, efektif dalam mengatasi masalah sampah, sebab, ibu rumah tangga memiliki peran yang signifikan. Hasil surveynya mendukung hipotesa itu. “Sebelum memulai platform ini, saya bikin survei kecil-kecilan yang menyasar 100 rumah di lingkup RT tempat tinggal saya. Perempuan terutama ibu rumah tangga jadi pihak yang paling terganggu dengan masalah sampah, mereka juga bersedia berpartisipasi,” katanya. Saat itu, solusi masalah yang ada hanya menaruh sampah di lahan kosong lalu membakarnya. Bukannya menyasar akar masalah, cara itu justru menimbulkan polusi udara akibat asap pembakaran, juga menambah emisi karbon. Sampah pun masih banyak…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.