Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Amirul Hajj Soroti Layanan di Mina selama Pelaksanaan Haji 2026

Amirul Hajj Soroti Layanan di Mina selama Pelaksanaan Haji 2026

amirul-hajj-soroti-layanan-di-mina-selama-pelaksanaan-haji-2026
Amirul Hajj Soroti Layanan di Mina selama Pelaksanaan Haji 2026
service

Jakarta, Arina.id—Pelayanan jemaah di Mina menjadi salah satu sorotan utama Tim Amirul Hajj dalam evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2026. Catatan tersebut disampaikan kepada Kementerian Haji dan Umrah sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan, rekomendasi itu disusun setelah Tim Amirul Hajj melakukan pemantauan langsung selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim dari Amirul Hajj adalah pertama peningkatan layanan di Mina, kata Gus Irfan didampingi sejumlah Amirul Hajj yakni Sekretaris Amirul Hajj sekaligus Rektor UIN Malang Ilfi Nur Diana, Guru Besar UIN Medan Hasyimsyah Nasution, Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah, Perwakilan MUI Shafira Machrusah, dan Perwakilan Nahdlatul Ulama Asep Saifuddin Chalim di ruang VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, keterbatasan wilayah di Mina menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan ibadah haji. Luas kawasan Arafah mencapai sekitar 17 kilometer persegi, sedangkan Mina hanya sekitar 8–9 kilometer persegi. 

Dari luas tersebut, area yang benar-benar dapat dimanfaatkan diperkirakan hanya sekitar 5 kilometer persegi karena sebagian wilayahnya berupa pegunungan batu.

“Seluruh jamaah dari seluruh dunia bertumpuk di Mina. Ada pemampatan dari jumlah jamaah karena luas kawasan yang terbatas,” ujarnya.

Selain layanan di Mina, tim Amirul Hajj juga menyoroti waktu transportasi jemaah menjelang dan setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Gus Irfan mengakui terdapat sejumlah keterlambatan di beberapa titik pergerakan jamaah, baik saat pemberantasan dari Makkah menuju Arafah maupun saat perpindahan dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina. Meski begitu, Gus Irfan mengatakan seluruh jemaah berhasil dipindahkan sesuai target.

“Terakhir Muzdalifah itu jam 7 pagi sudah bersih semua sudah berpindah ke Mina sehingga tidak ada yang harus berpanas-panas di Muzdalifah,” katanya.

Tim Amirul Hajj juga memberikan perhatian terhadap layanan bus shalawat yang menghubungkan hotel jemaah dengan Masjidil Haram. Penghentian sementara operasional bus setelah Armuzna atas permintaan otoritas Arab Saudi dinilai berdampak pada mobilitas jemaah yang hendak melaksanakan tawaf ifadah.

“Kita berharap nanti bisa lebih cepat pembukaan kembali karena banyak jamaah yang selesai dari Armuzna ingin tawaf Ifadah,” ujar Gus Irfan.

Tim Amirul Hajj juga merekomendasikan agar hotel jemaah ditempatkan lebih dekat dengan Masjidil Haram sehingga ketergantungan terhadap layanan transportasi dapat dikurangi.

Selain itu, aspek konsumsi juga menjadi perhatian. Amirul Hajj mendorong peningkatan penggunaan komponen dan produk dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi jemaah.

Namun, menurut Gus Irfan, upaya tersebut masih menghadapi kendala akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mempengaruhi distribusi sejumlah komoditas.

Di bidang sumber daya manusia, tim Amirul Hajj menemukan adanya kesenjangan kualitas layanan antara petugas kloter dan petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Dikatakan, petugas PPIH menjalani pelatihan intensif selama hampir satu bulan di Asrama Haji Pondok Gede sehingga petugas menunjukkan kinerja yang lebih baik. Sementara itu, petugas kloter belum memperoleh pembekalan dengan standar yang sama.

“Ada disparitas, ada kesenjangan kualitas, kesenjangan kinerja sehingga kita berpikir bahwa petugas kloter juga harus dilatih sama dengan petugas PPIH,” katanya.

Layanan kesehatan bagi jamaah juga menjadi salah satu fokus evaluasi. Tim Amirul Hajj menilai proses penanganan jemaah yang sakit selama berada di Arab Saudi perlu terus diperbaiki agar pelayanan kesehatan pada musim haji mendatang dapat berjalan lebih optimal.

“Kemudian layanan kesehatan juga menjadi catatan dari Kementerian, dari tim Amirul Hajj terkait dengan proses penanganan jamaah-jamaah yang sakit,” ucapnya. 

Gus Irfan memastikan seluruh rekomendasi akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun mendatang.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.